Ramalan Hindu Bali 16 Oktober 2026, Tidak Baik Belanja

Selamat pagi semuanya, situasi ekonomi lesu seperti ini membuat rakyat kehidupannya downgrade. Misalnya mengurangi pembelian benda-benda tidak produktif.
Ramalan Hindu Bali pada Jumat, 16 Oktober 2026 diawali dengan asuasa. Hari ini mengandung sifat boros, tidak baik untuk berbelanja, serta tidak baik untuk dewasa ayu. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik membuat bendungan

Ilustrasi bendungan. (IDN Times/Dhana Kencana) Banyu urug merupakan hari baik untuk membuat bendungan. Namun, tidak baik untuk membuat sumur. Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
Dauh ayu adalah hari yang tidak baik untuk membuat awig-awig (peraturan setingkat desa adat), peraturan-peraturan atau undang-undang. Hari ini juga baik untuk membangun. Dewasa ngelayang artinya baik untuk membangun rumah, membuat jukung dan sejenisnya.
2. Baik memuja leluhur

Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami) Kala buingrau bermakna sebagai hari baik untuk menebang kayu, membuat bubu, dan memuja pitra atau leluhur. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Kala jangkut adalah hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata.
Kala siyung merupakan hari tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas. Kala sor adalah hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan.
Kala tampak adalah hari yang tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan). Kaleburau artinya tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Hari ini juga tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.
3. Baik mulai berjualan

Ilustrasi warung kelontong (IDN Times/Dhana Kencana) Sedana yoga adalah hari baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, serta mulai berjualan karena akan murah rejeki. Sri tumpuk artinya baik untuk mencari burung (mepikat). Srigati artinya baik untuk menyimpan padi di lumbung dan menurunkan padi dari lumbung.
Srigati munggah bermakna sebagai hari baik untuk membibit/menanam padi, membuat alat-alat berjualan, membuat pahat, menyimpan padi atau upacara padi di lumbung. Namun, tidak baik meminjam sesuatu dan menjual beli beras.
Lebur awu adalah hari yang tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun, dan mengatapi rumah. Hari ini baik untuk membangun irigasi. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Buat Astawa, Pratiti: Wedana.


















