Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Pastikan Tak Ada Motif Asmara di Balik Pembunuhan Man Colik
Rekontruksi kasus pembunuhan Man Colik di Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

  • Polres Klungkung menegaskan tidak ada motif asmara dalam pembunuhan Man Colik, melainkan dipicu rasa sakit hati pelaku akibat ucapan korban yang dianggap merendahkan harga dirinya.
  • Barang bukti berupa dua celana ditemukan di rumpun bambu menjadi petunjuk penting, setelah dicocokkan dengan foto media sosial hingga mengarah pada identitas pelaku.
  • Penyidik akan memeriksa kondisi kejiwaan pelaku untuk melengkapi berkas perkara dan memastikan seluruh proses penyidikan didasarkan pada alat bukti serta pengakuan yang telah dikumpulkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sekitar dua pekan

Polisi melakukan penyelidikan selama sekitar dua pekan untuk mengungkap motif pembunuhan I Nyoman Cita alias Man Colik.

Rabu (22/7/2026)

Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat menyampaikan hasil penyelidikan bahwa tidak ditemukan motif asmara dalam kasus pembunuhan Man Colik, melainkan dipicu rasa sakit hati pelaku akibat ucapan korban yang merendahkan.

kini

Penyidik masih melengkapi berkas perkara dan berencana memeriksa kondisi kejiwaan pelaku sebagai bagian dari proses penyidikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polres Klungkung memastikan tidak ada motif asmara dalam kasus pembunuhan I Nyoman Cita alias Man Colik, dan menyebut tindakan pelaku dipicu rasa sakit hati akibat ucapan korban yang dianggap merendahkan.
  • Who?
    Korban adalah I Nyoman Cita alias Man Colik, sedangkan pelaku merupakan seseorang yang memiliki konflik pribadi dengan korban. Pernyataan resmi disampaikan Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat.
  • Where?
    Peristiwa dan penyelidikan berlangsung di wilayah Kabupaten Klungkung, Bali, dengan barang bukti ditemukan di sekitar rumpun bambu dekat alur Sungai Bubuh, kawasan jalan menuju Perumahan Pesona Lepang, Kecamatan Banjarangkan.
  • When?
    Pernyataan hasil penyelidikan disampaikan pada Rabu, 22 Juli 2026, setelah proses penyidikan berlangsung sekitar dua pekan sejak kasus pembunuhan tersebut terjadi.
  • Why?
    Pembunuhan terjadi karena pelaku merasa tersinggung dan sakit hati atas ucapan korban yang dianggap menghina kondisi ekonomi serta kehidupan pribadinya. Tidak ditemukan indikasi hubungan asmara antara keduanya.
  • How?
    Penyidik menemukan dua potong celana di lokasi kejadian sebagai petunjuk penting. Setelah pemeriksaan dan pencocokan melalui media sosial, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Polisi juga akan memeriksa kondisi kejiwaan pelaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada orang bernama Man Colik yang dibunuh. Polisi bilang pelakunya marah karena sering dihina sama korban, bukan karena cinta-cintaan. Katanya korban suka ngomong kasar soal hidup dan uang pelaku. Polisi nemu celana di dekat sungai dan tahu itu punya pelaku. Sekarang polisi masih periksa pikiran pelaku biar tahu keadaannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan kasus pembunuhan Man Colik menunjukkan keseriusan dan ketelitian Polres Klungkung dalam menegakkan hukum. Dengan menepis spekulasi publik secara terbuka dan mendasarkan kesimpulan pada bukti nyata, penyidik berhasil menjaga kejelasan informasi. Langkah tambahan berupa pemeriksaan kejiwaan pelaku juga mencerminkan upaya profesional untuk memahami perkara secara menyeluruh dan objektif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klungkung, IDN Times- Spekulasi mengenai dugaan motif asmara dalam kasus pembunuhan I Nyoman Cita alias Man Colik, ditepis Polres Klungkung.

Hasil penyelidikan selama dua pekan, polisi menyimpulkan pembunuhan dipicu rasa sakit hati pelaku akibat ucapan korban yang dinilai merendahkan harga dirinya.

Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat mengatakan, hingga saat ini penyidik tidak menemukan fakta yang mengarah pada hubungan asmara antara korban dan pelaku. Temuan penyidik menunjukkan adanya konflik pribadi yang berlangsung sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

"Kami belum menemukan adanya indikasi pelaku ke arah sana (asmara). Fakta yang kami dapat adalah ada kata-kata kasar yang sering disampaikan korban kepada pelaku, yang menurutnya merendahkan harkat dan martabatnya," ujar Mikael, Rabu (22/7/2026).

1. Pembunuhan dipicu ucapan korban yang dianggap menghina

Rekontruksi kasus pembunuhan Man Colik di Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

Menurut Mikael, hasil pemeriksaan terhadap pelaku mengungkap bahwa korban beberapa kali melontarkan ucapan yang dianggap merendahkan kondisi ekonomi serta kehidupan sehari-hari pelaku. Ucapan tersebut kemudian memicu rasa sakit hati yang berujung pada aksi pembunuhan.

"Motif pelaku membunuh korban karena merasa sakit hati dengan perkataan kasar dari korban. Kata-kata itu berkaitan dengan kondisi ekonomi dan kehidupan sehari-harinya yang dianggap merendahkan harkat martabatnya," jelasnya.

Penyidik pun memastikan, hingga proses penyidikan berjalan saat ini belum ditemukan bukti yang mendukung dugaan adanya hubungan spesial maupun persoalan asmara di antara keduanya.

2. Celana yang tertinggal di bambu menjadi petunjuk penting polisi

Rekontruksi kasus pembunuhan Man Colik di Klungkung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Pengungkapan kasus bermula dari temuan dua potong pakaian di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di rumpun bambu dekat alur Sungai Bubuh, kawasan jalan menuju Perumahan Pesona Lepang, Kecamatan Banjarangkan.

Barang bukti berupa celana pendek dan celana trening itu kemudian ditelusuri penyidik. Polisi membandingkan pakaian tersebut dengan sejumlah foto di media sosial hingga menemukan kecocokan dengan pakaian yang pernah dikenakan pelaku.

"Kami menemukan celana pendek dan celana olahraga. Setelah dilakukan pendalaman dan pengecekan, celana itu identik dengan yang pernah dipakai pelaku," kata Mikael.

Saat diperiksa, pelaku sempat berusaha mengelak dengan mengaku pakaian tersebut sudah diberikan kepada temannya. Setelah melalui proses penyelidikan, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

3. Polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan pelaku

Rekontruksi kasus pembunuhan Man Colik di Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

Selain melengkapi berkas perkara, penyidik akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis pelaku sebagai bagian dari proses penyidikan.

Kapolres menegaskan pemeriksaan bukan untuk membuktikan isu asmara yang beredar di masyarakat, melainkan untuk melengkapi fakta-fakta dalam penanganan perkara. Polres Klungkung pun mengimbau masyarakat tidak lagi berspekulasi mengenai motif pembunuhan Man Colik.

Menurut penyidik, seluruh kesimpulan yang disampaikan saat ini sudah didasarkan pada alat bukti, hasil pemeriksaan saksi, serta pengakuan pelaku yang telah dikumpulkan selama proses penyidikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article