- Benih Inbrida dialokasikan untuk petani di tiga subak atau poktan wilayah Kecamatan Tabanan, dan 10 subak di Kecamatan Selemadeg dengan total luas bantuan mencapai 626 hektare
- Benih padi varietas Ciherang dialokasikan ke 10 subak atau poktan di Kecamatan Selemadeg untuk lahan seluas 492 hektare
- Benih padi varietas Inpari dialokasikan ke tiga subak di Kecamatan Tabanan untuk lahan seluas 134 hektare.
Petani di Tabanan Dapat Bantuan Benih Padi dan Jagung

Tabanan, IDN Times - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan bibit padi dan jagung untuk sejumlah petani di Kabupaten Tabanan pada 2024 ini. Bantuan ini dialokasikan untuk menjangkau lahan seluas 2.252 hektare yang tersebar di sejumlah subak atau kelompok tani (poktan).
Sesuai data di Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, bantuan benih padi terdiri atas varietas Inbrida 2024, Ciherang, dan Inpari. Sementara bantuan benih jagung dialokasikan kepada sejumlah petani, yang semuanya berada di Kecamatan Selemadeg Timur.
1. Benih padi diberikan kepada subak di dua kecamatan

Kabid Tanaman Pangan dan Horti Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Nyoman Swadiaya, menjabarkan rincian bantuan benih padi yang diberikan ke petani antara lain:
Sementara bantuan benih jagung dialokasikan ke sejumlah petani di Kecamatan Selemadeg Timur. Kecamatan ini merupakan sentra terbesar untuk pengembangan tanaman jagung di Kabupaten Tabanan. Bantuan benih yang dialokasikan mencapai 15.000 kilogram untuk lahan seluas 1.000 hektare.
2. Bantuan benih untuk ketahanan pangan

Swadiaya mengungkapkan, beberapa bantuan benih itu sudah disalurkan kepada para penerima. Selama ini animo petani di Tabanan yang mengajukan diri sebagai penerima bantuan benih untuk budidaya pertanian cukup tinggi. Sebab bantuan tersebut dinilai sangat membantu petani dalam menekan biaya usaha tani. Selain itu, pemerintah bermaksud untuk menjaga ketahanan pangan nasional lewat program ini.
"Bantuan yang dialokasikan ini merupakan benih yang sudah lulus uji dan berlabel. Sehingga layak digunakan secara berkelanjutan dan hasil panennya diharapkan mengalami peningkatan,” ujar Swadiaya.
3. Selemadeg Timur mendapatkan bantuan benih jagung seluas 1000 hektare

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Selemadeg Timur, I Ketut Sarjawa, mengatakan subak di Selemadeg Timur mendapatkan bantuan benih jagung seluas 1.000 hektare. Bantuan tersebut sudah disalurkan ke masing-masing subak, dan kini tinggal menunggu musim tanam jagung.
Kecamatan Selemadeg Timur terdapat 15 subak yang masuk ke kategori sawah tadah hujan, di mana pola tanamnya berupa padi-jagung-padi. Hasil panen jagung pada tahun 2023 lalu sebanyak 7,8 ton pipilan kering per hektare dengan harga jual Rp5.000 per kilogram.
"Untuk masa tanam jagung di subak Selemadeg Timur biasanya masuk di bulan Mei, Juni, dan Juli. Saat ini sedang memasuki musim panen padi," kata Sarjawa.



















