Sampah kemasan makanan ringan yang selama ini sulit didaur ulang, kini mendapat fungsi baru di Bali. PepsiCo Indonesia bersama Bali Waste Cycle (BWC), yang merupakan bagian dari PepsiCo Greenhouse Program IMPACT Edition Asia Pacific 2026, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar mengolah sampah plastik multilapis menjadi papan nama jalan dan petunjuk arah yang digunakan di sejumlah ruang publik serta destinasi wisata.
Proyek tersebut resmi diluncurkan pada 18 September 2026, yang ditandai dengan pemasangan papan nama Taman Kota Sewaka Dharma di Lumintang, Kota Denpasar. Material papan ini berasal dari sampah multi-layered plastic (MLP) kemasan makanan ringan Lay’s, Cheetos, dan Doritos yang dikumpulkan serta dikelola oleh BWC dengan dukungan DLHK Kota Denpasar. Selain itu, papan penunjuk arah juga dipasang di Kemenuh Monkey River, sebagai salah satu destinasi wisata di kawasan Kemenuh, Kabupaten Gianyar.
Milly Pearson, APAC & India Sustainability Manager at PepsiCo dan Perwakilan Greenhouse Program mengatakan, sejak beroperasi di Indonesia pada 2025, PepsiCo Indonesia telah menjalankan berbagai upaya pengumpulan serta pengelolaan sampah kemasan melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra dalam Greenhouse Collaborative Accelerator. Ini merupakan inisiatif berkelanjutan yang dirancang untuk mendukung startup dan perusahaan rintisan dalam mengembangkan solusi bagi berbagai tantangan nyata di bidang pertanian, iklim, dan ekonomi sirkular.
Di kawasan Asia Pasifik, lanjutnya, program ini mempertemukan wirausaha, pemimpin industri, dan mitra ekosistem untuk mendorong solusi yang mampu menciptakan nilai lingkungan sekaligus nilai bisnis bagi rantai industri PepsiCo. Satu mitra yang berkolaborasi adalah Bali Waste Cycle.
Melalui kemitraan ini, pihaknya terus mendorong peningkatan pengumpulan kemasan pascakonsumsi sekaligus mengeksplorasi berbagai penerapan inovasi untuk materi-materi hasil pengolahan sampah kemasan yang bisa digunakan pada infrastruktur publik.
“Salah satu indikator terkuat dari keberhasilan Greenhouse Program adalah melihat inovasi-inovasi tersebut bergerak dari ide menjadi implementasi langsung di dunia nyata yang memberikan dampak terukur. Perjalanan Bali Waste Cycle menunjukkan bagaimana solusi pengembangan lokal dapat mengatasi tantangan lingkungan yang kompleks. Kami sangat bangga dengan kolaborasi ini dan menghadirkan prinsip kemasan berkelanjutan menjadi nyata, serta menginspirasi lebih banyak lagi pemangku kepentingan untuk terlibat dalam solusi pengelolaan sampah secara berkelanjutan,” jelasnya, Jumat (18/9/2026).
