Comscore Tracker

Makna Desain Istana Negara Karya Pematung Asal Tabanan Nyoman Nuarta

Karyanya menjadi pemenang desain istana negara di Kaltim

Tabanan, IDNTimes - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia menyatakan pematung asal Kabupaten Tabanan, Nyoman Nuarta, sebagai pemenang desain istana negara yang akan dibangun di Kalimantan Timur (Kaltim).

Saat dihubungi IDN Times pada Jumat (2/4/2021), Nyoman Nuarta menceritakan bahwa pengerjaan konsep desain ini dikerjakan selama 12 hari. Berikut penjelasan Nyoman Nuarta terkait makna maupun proses pengerjakan konsep desain istana negara tersebut.

1. Hanya diberi waktu 12 hari untuk mewujudkan konsep gagasan desain dalam bentuk visual

Makna Desain Istana Negara Karya Pematung Asal Tabanan Nyoman NuartaNyoman Nuarta bersama tim (IDNTimes/Istimewa)

Nyoman Nuarta memaparkan bahwa pada hari Kamis, 27 Februari 2020, ia mendapatkan undangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menghadiri Rapat Koordinasi Sayembara Istana di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara. Pada saat itu, dipresentasikan tentang rencana sayembara terbatas dengan mengundang arsitek/ahli untuk membahas konsep gagasan desain bangunan gedung khusus di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Gedung-gedung itu di antaranya Istana Presiden, Istana Wakil Presiden, komplek DPR/MPR/DPD, Mahkamah Agung, kementerian/lembaga, masjid, gereja katolik dan protestan, pura, wihara, dan kelenteng.

"Seluruhnya terdapat 12 konsep gedung yang disayembarakan. Para ahli yang diundang dan hadir saat itu diminta secara khusus untuk menyampaikan visualisasi konsep gagasan desain bangunan berupa sketsa desain yang mampu menggambarkan visi dan kriteria bangunan gedung khusus di IKN. Kami hanya diberi waktu 12 hari untuk mewujudkan konsep gagasan desain dalam bentuk visual, dan harus membuat sekaligus 12 konsep desain,” papar Nyoman Nuarta.

Nuarta menjelaskan, setelah menemukan ide dari konsep desain, ia bersama timnya kemudian memvisualisasikan 12 konsep gagasan gedung-gedung yang disayembarakan. Secara tepat waktu, ia mengirimkan desain-desain gedung khusus IKN ke Kementerian PUPR di Jakarta dan mempresentasikan konsep desain gedung-gedung khusus IKN tersebut.

"Konsep saya yang dinyatakan sebagai pemenangnya dan kemudian diumumkan pada 29 Maret 2021 lalu kepada publik melalui media,” ujarnya.

2. Sosok Garuda sebagai pemelihara keseimbangan dunia menjadi inspirasi seluruh bangsa

Makna Desain Istana Negara Karya Pematung Asal Tabanan Nyoman NuartaNyoman Nuarta (IDN Times/Axel Jo Harianja)

Nyoman Nuarta pun mengungkapkan alasan mengapa Garuda dipilih sebagai konsepnya. Menurutnya, sejak diperkenalkan dan diresmikan dalam Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Presiden Soekarno, Garuda Pancasila resmi menjadi lambang negara Indonesia. Sejak itu pula burung Garuda tidak hanya dikenal sebagai burung mitologis, tetapi telah menjelma menjadi pemersatu bangsa.

"Sosok Garuda yang kuat, tak kenal menyerah, disiplin, penuh dedikasi, satya wacana, serta pemelihara keseimbangan dunia, benar-benar telah menjadi inspirasi seluruh bangsa," ujar Nuarta.

Garuda juga akan selalu identik dengan Indonesia yang merupakan negara besar, di mana memiliki luas daratan mencapai 1.919.440 kilometer persegi serta lebih dari 17.508 pulau dengan sekitar 714 suku bangsa, serta memiliki 1.100 bahasa. 

“Sekarang, kalau menyebut nama burung Garuda, maka itulah Indonesia. Negeri dengan sejarah panjang, yang dikaruniai keragaman etnis dan bahasa, serta hutan tropis dengan kekayaan vegetasi yang tak ternilai harganya. Itu artinya, ketika kita menyebutkan nama Garuda, maka itulah sebuah rumah besar (istana) bagi persaudaraan, persatuan, dan kerukunan hidup bersama," paparnya.

Garuda juga menjadi simbol Bhineka Tunggal Ika sehingga posisi Istana Negara akan menjadi simbol pemersatu bangsa. Simbol persatuan yang dilekatkan pada Garuda dalam Istana Negara, akan benar-benar ditransformasikan dan diwujudkan dalam sebentuk pola arsitektur dengan mempertimbangkan aspek- aspek estetik, nilai guna, serta manfaat bagi kemajuan dunia pariwisata Tanah Air.

3. Garuda di Istana Negara tidak hanya berhenti sebagai landmark sebuah kawasan

Makna Desain Istana Negara Karya Pematung Asal Tabanan Nyoman NuartaNyoman Nuarta (IDN Times/Istimewa)

Rancangan Garuda di Istana Negara tidak hanya berhenti sebagai landmark sebuah kawasan, tetapi juga sebagai perwujudan pencapaian sinergi antara seni, sains, dan teknologi. Sebagai negara dengan keragaman kebudayaan yang kaya, Indonesia harus lahir menjadi satu-satunya negara di dunia yang berhasil memadukan secara pekat antara seni, sains, dan teknologi. Demikian diungkapkan Nyoman Nuarta.

“Dalam tubuh patung Garuda, Presiden akan berkantor, ditambah dengan unsur-unsur pendukung seperti sekretariat negara, sekretaris kabinet, dan kantor staf presiden,” kata Nuarta.

Ditegaskannya, wujud burung Garuda tidak berhenti sebagai sosok patung yang besar, tetapi menjadi karya arsitektural yang  memadukan seni dan struktur bangunan gedung. “Inilah perpaduan antara unsur-unsur estetika dan desain,” ujarnya. 

Pada bagian-bagian lain dari Istana Negara, akan diisi dengan museum dan galeri, bahkan dirancang pula ruang pameran untuk memperlihatkan karya-karya dari UMKM.  

Istana Negara yang memiliki luas 4 hektare, hanyalah bangunan inti dari seluruh kawasan seluas 32 hektare. Di dalam kawasan ini akan terdapat Plaza Nusantara seluas 10 hektare, yang meliputi area rekreasi, area duduk outdoor, jogging trek, jalur pejalan kaki, serta jalur buggy. Dirancang pula sebuah amphiteather serta wilayah terbuka, di mana rakyat bisa mengaksesnya secara bebas.

"Wilayah-wilayah seperti ini dibutuhkan untuk semakin menumbuhkan kecintaan dan rasa bangga terhadap negara. Cara-cara rekreatif semacam ini akan jauh lebih mengena di hati rakyat," papar Nuarta.

Apabila nantinya penggunaan ruang-ruang ini bisa dilakukan secara maksimal, maka Istana Negara dengan arsitektur inti patung Garuda akan tumbuh menjadi ikon baru. Tidak hanya menjadi tempat Presiden berkantor dan melakukan aktivitasnya sehari-hari, tetapi lahir menjadi magnet baru bagi dunia pariwisata.

Menurut Nuarta, selama ini Kalimantan dikenal sebagai penghasil kayu dan tambang. Pariwisatanya nyaris tenggelam dalam perbincangan industri traveling, khususnya jika dibandingkan dengan daerah-daerah seperti Bali, Lombok, Yogyakarta, dan bahkan Raja Ampat.

"Keberadaan Istana Negara ini diharapkan bisa menjadi ikon yang menarik wisatawan untuk datang ke Pulau Kalimantan," ujarnya.

Topic:

  • Ni Ketut Wira Sanjiwani
  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya