Ilustrasi Tambang (IDN Times/Aditya Pratama)
Dalam perencanaan bisnis ekonomi hijau (green economy), saat ini penggunaan energi fosil mengalami peningkatan. Secara umum kapasitas Coal Fired Power Plant (CFPP) disebutkan akan mengalami peningkatan hingga tahun 2030. Kemudian setelah itu kebutuhannya tidak akan banyak lagi. Penggunaan CFPP akan dihentikan pada tahun 2056 mendatang. Pengoptimalan penggunaan CFPP ini juga akan mengurangi konsumsi CO2.
"Strategi kami adalah bersama-sama mengganti Coal Fired Power Plant (Batubara) untuk waktu yang akan datang,” jelasnya.
Ilustrasi proses pengangkutan batubara PTBA. (IDN Times/Istimewa)
Ditambahkan oleh Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, bahwa Harga Batubara Acuan (HBA) bulan September 2022 turun tipis dibanding HBA Agustus, yakni turun 0,74 persen atau USD2,37 ke angka USD319,22 per ton. Penurunan HBA September ini dipengaruhi oleh turunnya nilai rerata indeks bulanan penyusun HBA, yaitu ICI turun 4,95 persen, Platts turun 4,54 persen, GNCC naik 1,60 persen, dan NEX naik 1,39 persen.
Terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA, yaitu supply dan demand. Pada faktor turunan supply, dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.
Sementara untuk faktor turunan demand, dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.