Menteri ESDM: Pertumbuhan Sepeda Motor Capai 8 Juta Unit Per Tahun

Badung, IDN Times – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengatakan bahwa pertumbuhan sepeda motor di Indonesia sebesar 6 juta hingga 8 juta unit per tahun. Dengan angka tersebut, diperkirakan dalam 10 tahun mendatang anggaran yang akan dikeluarkan semakin besar.
Data tersebut disampaikan Arifin Tasrif di sela-sela parade motor listrik, pada Kamis (9/1/2022), di kawasan Central Parkir ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung. Apa strategi pemerintah terkait hal ini?
1.Indonesia habiskan Rp1.2 triliun per hari untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa saat ini di Indonesia terdapat setidaknya 120 juta unit sepeda motor. Jumlah tersebut tentunya akan diimbangi dengan biaya pengadaan bahan bakar minyak. Dari jumlah tersebut, ia memperkirakan 800.000 barel minyak per harinya dibakar. Apabila diuangkan, setara Rp1.2 triliun per harinya.
"Beberapa contoh (sepeda motor yang ikut parade) di sini, buatan tahun 2004. Setelah dikonversi terlihat bagus. Ada beberapa manfaat, yang pertama mengurangi emisi dan bisa menghemat BBM. Kalau kita hitung 1 liter BBM per sepeda motor per hari, maka kita membakar 800.000 barel minyak. Jadi kalau harga minyak sekarang USD100 per barel, maka kita sudah membakar USD80 juta atau setara Rp1,2 triliun uang yang kita bakar untuk bahan bakar," ungkapnya.
2.Bali mulai pencanangan kendaraan listrik untuk mendukung pariwisata

Parade motor listrik di Bali. (Dok.IDN Times/Polda Bali) Dalam kegiatan parade tersebut, sejumlah kendaraan yang dipamerkan adalah hasil konversi dari mesin yang tadinya menggunakan BBM, menjadi mesin yang menggunakan penggerak baterai listrik. Arifin mengungkapkan apabila program konversi ini dapat berjalan dengan baik, akan terjadi penghematan yang besar dan lingkungan menjadi lebih bersih.
Dalam mewujudkan industri pariwisata Bali yang bebas emisi, Arifin mengajak masyarakat untuk mengalihkan kendaraan roda dua berbahan bakar minyak untuk dikonversi menjadi kendaraan listrik.
"Bali sudah mencanangkan Bali bebas emisi, beberapa tahun ke depan dan memulainya dengan program-program yang nyata. Ini inisiatif Bali terkenal sebagai provinsi pariwisata, keramahan dan alamnya dan ditambah lagi dengan udaranya yang bersahabat yang sangat bersih dan sehat," ungkapnya.
3.Penggunaan energi bersih di Bali akan dimulai dari Nusa Penida

IDN Times/Wayan Antara Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menegaskan program konversi motor listrik ini merupakan implementasi penggunaan energi bersih di Provinsi Bali. Program ini telah diatur dalam Peraturan Gubernur Provinsi Bali Nomor 45 Tahun 2019.
"Jadi apa yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan G20 terkait dengan transisi energi bersih selaras dengan yang dilakukan Provinsi Bali. Karena itu saya sangat mendukung kebijakan ini. Tahun 2023 rencananya kami akan intensifkan dengan memberlakukan kebijakan zonasi maupun juga penggunaan untuk anak-anak muda, pelajar SMA, dan mahasiswa untuk menggunakan kendaraan listrik," jelasnya.
Kebijakan penggunaan energi bersih ditindaklanjuti dengan menjadikan Pulau Nusa Penida sebagai implementasi awal program ini. Berikutnya diikuti dengan daerah-daerah wisata lainnya seperti Ubud dan Sanur.
![[LIPSUS] Siapa Dalang di Balik Dugaan Reklamasi Pantai Melasti Bali?](https://image.idntimes.com/post/20220831/img-20220831-wa0013-eb738173f371a153c6f662b5affc2cff.jpg)



















