Ilustrasi pegawai hotel melayani tamu turis asing. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Cok Ace menyatakan ke depannya di era new normal, pelaku pariwisata akan menghadapi tantangan yang lebih berat. Mengapa? Karena mereka harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk penerapan wajib protokol kesehatan yang menjadi syarat untuk memberi rasa aman bagi wisatawan yang berlibur ke Bali.
Di sisi lain, jumlah kunjungan wisatawan belum akan normal karena dibatasi oleh protokol kesehatan dalam pesawat dan regulasi lainnya. Sedangkan Bali memiliki jumlah kamar yang cukup banyak dan harus bersaing dengan kompetitor dalam dan luar negeri.
“Meski tantangan dan persaingan yang akan dihadapi ke depannya sangat berat, saya berharap komponen pariwisata Bali tetap optimis. Di tengah pandemik yang belum tahu kapan berakhir, kita tak bisa memilih antara ekonomi dan kesehatan. Kita harus cerdas dan bijak agar keduanya tetap berjalan secara selaras,” jelasnya.