Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Laptop Bisnis Harganya Capai Puluhan Juta, Ini Alasannya
ASUS ExpertBook Ultra (IDN Times/Ayu Afria)
  • ASUS memperkenalkan ExpertBook Ultra sebagai laptop bisnis premium Rp38 juta-80 juta, menyasar perusahaan multinasional dan SMB, saat porsi laptop bisnis di Indonesia masih kecil dengan sekitar 300 unit beredar.

  • Perangkat ini memakai Intel Core Ultra X9 388H dan NPU hingga 50 TOPS untuk multitasking korporat serta fitur AI lokal, termasuk transkripsi, penerjemahan, dan optimasi webcam.

  • ExpertBook Ultra membawa Tandem OLED, sasis 1,1 kg berstandar MIL-STD 810H tahan tekanan hingga 100 kg, serta keamanan ExpertGuardian bersertifikasi NIST Level-4 untuk melindungi data perusahaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Badung, IDN Times - Memilih perangkat komputasi yang tepat merupakan sebuah investasi strategis bagi keberlangsungan perusahaan. Head of Commercial Public Relation ASUS Indonesia, Muhammad Firman, menyampaikan laptop bisnis saat ini dituntut untuk menawarkan keamanan tingkat tinggi, mobilitas ekstra, dan integrasi kecerdasan buatan yang mulus. Untuk menggarap potensi pasar tersebut, ASUS Indonesia memperkenalkan ASUS ExpertBook Ultra sejak Mei 2026 lalu, yang diklaim sanggup menghadirkan kinerja dan keamanan tanpa kompromi mengungguli laptop flagship kompetitornya.

"Kami ingin menegaskan produk yang kami bawa ke Indonesia, ASUS ExpertBook Ultra, adalah flagship of the industry," terangnya, Sabtu (1/8/2026).

1. Jumlah laptop bisnis di Indonesia masih kecil

Head of Commercial Public Relation ASUS Indonesia, Muhammad Firman (IDN Times/Ayu Afria)

Di tengah gempuran perkembangan produk teknologi, para eksekutif dan profesional membutuhkan laptop bisnis terbaik yang tidak hanya menawarkan performa komparatif, tetapi lebih dari itu.

Head of Commercial Public Relation ASUS Indonesia, Muhammad Firman mengatakan, produk premium ini harganya mencapai Rp38 juta hingga Rp80 juta, atau lebih mahal dibanding laptop consumer dan gaming. Secara nasional produk premium ASUS ini baru 300 unit beredar di Indonesia.

Sementara itu secara keseluruhan produk ASUS di indonesia didominasi seri consumer sebesar 40 persen, 30-25 persen laptop gaming dan sisanya laptop bisnis. Kecilnya angka laptop bisnis yang ada di Indonesia saat ini dikarenakan memang serapan laptop bisnis di Indonesia tidak sekuat seri consumer.

"Kita datang ke Bali, karena kita melihat potensinya sangat menarik dan juga produk ini kita lihat segmennya cocok untuk pengguna dari daerah Bali dan sekitarnya. Target market di Bali sendiri mengarah ke perusahaan multinasional atau perusahaan SMB," jelasnya.

Nah, apa pertimbangan dalam memilih laptop bisnis, menurut Head of Commercial Public Relation ASUS Indonesia, Muhammad Firman, pertimbangan memilih laptop bisnis adalah security, karena bagi pengguna bisnis, keamanan data itu sangat penting karena data yang hilang atau dicuri kompetitor, dapat menghancurkan bisnisnya.

Kedua adalah durability yang tinggi, yakni ketahanan ketika terkena air, jatuh, tergencet atau tertimpa beban, hingga engsel harus kuat. Hal ini dikarenakan jika laptop bisnis sering mengalami kerusakan akan mengganggu operasional perusahaan.

"Security dan durability itu nomor satu dan juga tentunya layanan purna jual. Jadi kalau misalnya seri Asus bisnis dibandingkan dengan seri consumer misalnya atau gaming, itu kalau ada kerusakan, bahkan teknisi kita bisa datang ke kantornya untuk memperbaiki di sana on site. Atau kalau misalnya oh ini ternyata harus dibawa, dari teknisi kita yang bawa ke sana. Jadi penggunanya enggak perlu repot-repot ngantri di service center. SSD-nya ditinggal di kantor jadi dijamin data-data perusahaannya tidak ada yang copy," jelasnya.

2. Pemanfaatan teknologi di laptop bisnis paling mutakhir

ASUS ExpertBook Ultra (IDN Times/Ayu Afria)

Commercial Director, ASUS Indonesia, Eric Khoven, menjelaskan ASUS ExpertBook Ultra sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS).

Saat ini di pasaran Indonesia, produk flagship kompetitor disebutnya masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 yang menghasilkan performa AI NPU hingga 48 TOPS. Langkah ASUS untuk langsung memanfaatkan teknologi mutakhir di lini laptop bisnis kelas flagship merupakan langkah yang sulit diikuti oleh kompetitor di Indonesia.

“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah,” tambah Eric.

3. Laptop bisnis terintegrasi AI secara maksimal, dan memiliki kenyamanan visual tinggi

Teknologi AI(unsplash.com/Roman Budnikov)

Saat mengaktifkan notulen otomatis berbasis AI, efisiensi chip yang digunakan juga terasa. Tak hanya itu, melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, pemrosesan transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimasi kamera web secara langsung berjalan sepenuhnya di dalam NPU. Prosesor ASUS ExpertBook Ultra tetap dingin dan tidak menguras daya baterai utama, serta jauh mengungguli produk kompetitor dalam hal kekuatan pemrosesan AI lokal. Ditambah ASUS menyediakan tools Zenni Claw yang pada ASUS ExpertBook Ultra, dapat melakukan agentic AI secara local ataupun cloud dengan menghubungkan tools dengan Anthropic, OpenAI ataupun Google Gemini.

Teknologi Tandem OLED pada ASUS memastikan dokumen hukum, grafik finansial, maupun teks presentasi tetap terlihat sangat tajam dan terbaca dengan sempurna tanpa gangguan refleksi cahaya matahari, mengungguli kenyamanan visual yang ditawarkan oleh perangkat flagship kompetitor. Teknologi ini tidak hanya menggandakan kecerahan tetapi juga memperpanjang usia pakai panel secara drastis dari risiko burn-in yang sering menghantui layar OLED konvensional.

“Keberanian ASUS membawa teknologi Tandem OLED ke dalam segmen laptop kerja merupakan lompatan industri yang masif,” ungkapnya.

4. Laptop bisnis gunakan sasis premium dan jaminan aset digital yang tidak mudah diretas

ASUS ExpertBook Ultra saat skenario ketahanan beban (IDN Times/Ayu Afria)

Tidak hanya itu, dari aspek ketahanan material, laptop berbobot 1,1 kg tersebut dibungkus sasis premium yang memenuhi standar militer US MIL-STD 810H, sehingga memberikan ketangguhan fisik luar biasa tanpa mengorbankan estetika. Dalam sebuah skenario, ASUS ExpertBook dapat bertahan meski mendapatkan beban tekanan hingga 100Kg di atasnya.

Eric Khoven, menyebutnya skenario tersebut bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100Kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis.

“Dari pengalaman, banyak laptop yang mengalami kerusakan bukan akibat terjatuh atau terinjak, melainkan akibat dimasukkan ke dalam tas yang padat,” jelasnya.

Selain keunggulan daya tahan material fisik, predikat sebagai pemimpin industri dipertegas oleh fitur keamanan tingkat enterprise dan inovasi fungsional yang dihadirkan ASUS. Melalui sistem proteksi ASUS ExpertGuardian yang bersertifikasi NIST Level-4, ASUS ExpertBook Ultra memberikan enkripsi data berlapis di level perangkat keras yang menjamin aset digital dan data sensitif perusahaan tidak mudah diretas.

“Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain,” jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article