Head of Commercial Public Relation ASUS Indonesia, Muhammad Firman (IDN Times/Ayu Afria)
Di tengah gempuran perkembangan produk teknologi, para eksekutif dan profesional membutuhkan laptop bisnis terbaik yang tidak hanya menawarkan performa komparatif, tetapi lebih dari itu.
Head of Commercial Public Relation ASUS Indonesia, Muhammad Firman mengatakan, produk premium ini harganya mencapai Rp38 juta hingga Rp80 juta, atau lebih mahal dibanding laptop consumer dan gaming. Secara nasional produk premium ASUS ini baru 300 unit beredar di Indonesia.
Sementara itu secara keseluruhan produk ASUS di indonesia didominasi seri consumer sebesar 40 persen, 30-25 persen laptop gaming dan sisanya laptop bisnis. Kecilnya angka laptop bisnis yang ada di Indonesia saat ini dikarenakan memang serapan laptop bisnis di Indonesia tidak sekuat seri consumer.
"Kita datang ke Bali, karena kita melihat potensinya sangat menarik dan juga produk ini kita lihat segmennya cocok untuk pengguna dari daerah Bali dan sekitarnya. Target market di Bali sendiri mengarah ke perusahaan multinasional atau perusahaan SMB," jelasnya.
Nah, apa pertimbangan dalam memilih laptop bisnis, menurut Head of Commercial Public Relation ASUS Indonesia, Muhammad Firman, pertimbangan memilih laptop bisnis adalah security, karena bagi pengguna bisnis, keamanan data itu sangat penting karena data yang hilang atau dicuri kompetitor, dapat menghancurkan bisnisnya.
Kedua adalah durability yang tinggi, yakni ketahanan ketika terkena air, jatuh, tergencet atau tertimpa beban, hingga engsel harus kuat. Hal ini dikarenakan jika laptop bisnis sering mengalami kerusakan akan mengganggu operasional perusahaan.
"Security dan durability itu nomor satu dan juga tentunya layanan purna jual. Jadi kalau misalnya seri Asus bisnis dibandingkan dengan seri consumer misalnya atau gaming, itu kalau ada kerusakan, bahkan teknisi kita bisa datang ke kantornya untuk memperbaiki di sana on site. Atau kalau misalnya oh ini ternyata harus dibawa, dari teknisi kita yang bawa ke sana. Jadi penggunanya enggak perlu repot-repot ngantri di service center. SSD-nya ditinggal di kantor jadi dijamin data-data perusahaannya tidak ada yang copy," jelasnya.