Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Komdigi Prioritaskan Pusat Data Swasta hingga Indonesia Timur
(Tengah) Dirjen Infrastuktur Digital Wayan Toni dalam diskusi panel di Bali Tech Week 2026, Sanur (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Komdigi memprioritaskan pembangunan pusat data swasta hingga Indonesia timur untuk pemerataan investasi digital, melalui perencanaan lokasi, kepastian energi, konektivitas cadangan, dan penyederhanaan perizinan.
  • Pemerintah menyiapkan regulasi kabel bawah laut dan pusat data, sambil mengoordinasikan listrik, gardu induk, air pendingin, mitigasi bencana, lahan, serta biaya dengan berbagai pihak.
  • Pusat data ditargetkan menopang kebutuhan AI melalui pasokan listrik andal, air, dan konektivitas berkapasitas tinggi pada jaringan backbone, penghubung, maupun akses.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Pemerintah Indonesia memprioritaskan beberapa kawasan untuk pembangunan pusat data swasta hingga ke Indonesia bagian timur. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto mengatakan sejumlah langkah telah disiapkan di antaranya melalui perencanaan lokasi, kepastian pasokan energi, konektivitas cadangan, dan penyederhanaan perizinan. Upaya ini bertujuan membuka peluang investasi infrastruktur digital yang selama ini masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia.

“Kami perlu memprioritaskan kawasan-kawasan tertentu dengan mempertimbangkan kebutuhan pemerintah, industri, dunia pendidikan, dan layanan publik. Selain itu, pasokan energi dan kesesuaian lokasi juga merupakan hal penting. Untuk mendorong pembangunan pusat data di Indonesia bagian timur, kami juga menyediakan konektivitas cadangan menuju pusat konektivitas nasional dan internasional. Dengan begitu, pusat data di luar Jawa dan Batam tidak menjadi fasilitas yang terisolasi,” ungkapnya dalam acara Bali Tech Week di Sanur.

1. Fokus ekosistem yang memadai untuk mendukung pusat data

ilustrasi pusat data (sumber: unsplash.com/igmix)

Menurutnya pengembangan pusat data tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan investasi dan pembangunan fisik. Pemerintah perlu memastikan setiap lokasi memiliki ekosistem pendukung yang memadai agar pusat data dapat beroperasi secara andal dan memenuhi kebutuhan pengguna. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyusunan regulasi terkait kabel bawah laut dan pusat data. Rancangan Peraturan Presiden mengenai kedua aspek tersebut telah disiapkan dan sedang memasuki tahap konsultasi publik.

Dengan dukungan jalur alternatif, layanan digital di berbagai wilayah diharapkan tetap memiliki konektivitas yang andal dan tidak bergantung pada satu jalur jaringan saja. Selain konektivitas, pemerintah juga perlu mengoordinasikan kesiapan pasokan listrik, gardu induk, ketersediaan air untuk sistem pendinginan, serta mitigasi risiko bencana.

2. Proses pembangunan infrastruktur digital dipermudah

Ilustrasi Artificial Intelligence atau AI (Freepik/Rawpixel)

Penyederhanaan perizinan turut menjadi perhatian agar proses pembangunan infrastruktur digital dapat berjalan lebih efektif. Pemerataan investasi pusat data perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan kesiapan ekosistem di setiap wilayah. Sejumlah kawasan di luar Jawa, termasuk Sulawesi dan Kupang, dapat menjadi bagian dari pengembangan sesuai potensi dan kebutuhan pasarnya.

“Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, operator jaringan, instansi yang menangani pertanahan, serta investor sangat diperlukan. Kolaborasi ini penting untuk memberikan kepastian mengenai ketersediaan lahan dan biaya,” ungkap Wayan.

3. Pusat data mendukung kecerdasan AI

Ilustrasi AI. (IDN Times/Anjani Asra)

Lebih lanjut, pengembangan pusat data untuk mendukung kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) membutuhkan kesiapan infrastruktur secara menyeluruh. Misalnya, pasokan listrik yang andal, kapasitas daya yang memadai, ketersediaan air, serta konektivitas berkapasitas tinggi menjadi prasyarat penting untuk menopang beban kerja AI yang membutuhkan energi besar. Pengembangan infrastruktur ini juga harus ditopang perencanaan lintas sektor yang melibatkan pemerintah, industri, dan dunia pendidikan.

“Kita membutuhkan konektivitas berkapasitas tinggi untuk mendukung AI. Kita juga harus memastikan tidak ada lagi keterlambatan dan kekurangan kapasitas koneksi, baik pada jaringan backbone, jaringan penghubung, maupun jaringan akses,” tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article