Kesadaran Menyusui di Indonesia Harus Ditingkatkan

Denpasar, IDN Times - Kesadaran ibu menyusui di Indonesia dianggap penting untuk ditingkatkan, satu di antaranya melalui peran asosiasi. Menurut Sekjen Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Pusat, Lianita Prawindarti, AIMI berperan besar dalam mengedukasi masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya ASI eksklusif untuk meningkatkan kesadaran publik, dan menciptakan support system bagi ibu menyusui.
"Sejak berdiri pada 2007 lalu, AIMI telah memberikan berbagai layanan, seperti kelas edukasi menyusui, konseling laktasi, dan kampanye penyuluhan baik secara langsung maupun tidak langsung," terangnya.
1. Upaya peningkatan angka menyusui di Indonesia mengalami kendala

Sekjen AIMI Pusat, Lianita, mengatakan dalam level kebijakan AIMI juga telah mendorong berbagai kebijakan yang memberikan perlindungan untuk ibu menyusui, serta menjadi bagian dari HAM yang perlu dipenuhi oleh negara, seperti penyediaan ruang menyusui di tempat kerja dan fasilitas umum. Misalnya, AIMI berkomitmen untuk terus mendukung ibu menyusui dengan memberikan edukasi dan advokasi kepada pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang lebih mendukung ibu menyusui dan membatasi praktik pemasaran susu formula.
“Perkembangan tren promosi susu formula yang tidak etis semakin mengganggu usaha kami dalam mempromosikan pemberian ASI," ungkapnya.
2. Perlindungan ibu menyusui di Indonesia dari segi jam kerja

Berdasarkan refleksi 18 tahun, AIMI memberikan beberapa rekomendasi untuk terus meningkatkan perlindungan ibu menyusui di Indonesia, di antaranya peningkatan implementasi kebijakan. AIMI mendesak pemerintah untuk memperkuat implementasi kebijakan ASI eksklusif, baik di tempat kerja maupun fasilitas umum dengan pengawasan yang lebih ketat.
Di samping itu, UU KIA yang baru saja disahkan pada tahun 2024 lalu yang mengatur cuti melahirkan 6 bulan yang dirasa sejalan dengan masa pemberian ASI eksklusif, belum bisa dirasakan penuh oleh seluruh ibu. Karena hanya berlaku pada ibu atau bayi yang memiliki kondisi khusus atau masalah kesehatan tertentu dengan melampirkan surat keterangan dokter.
"Cuti ayah yang sangat minim juga menjadi tantangan besar, karena peran ayah dalam mendukung ibu menyusui dan pengasuhan bayi sangat penting," terangnya.
3. Pentingnya menyediakan fasilitas menyusui yang memadai

Pemerintah harus menyediakan fasilitas menyusui yang memadai di tempat tempat umum, serta mendorong tempat kerja dan pihak swasta untuk menyediakan fasilitas menyusui agar ibu merasa nyaman.
Selain itu, juga dibutuhkan peningkatan kapasitas terhadap kompetensi tenaga kesehatan maupun kader kesehatan mengenai manajemen laktasi, agar dapat memberikan dukungan yang efektif serta optimal terhadap ibu menyusui.
"Dibutuhkan kampanye yang luas dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ASI eksklusif dan untuk mengurangi kesenjangan akses terhadap informasi dan dukungan menyusui," katanya.



















