Denpasar, IDN Times - Inflasi tahunan (year on year) di Bali menyentuh angka 3,87 persen. Angka ini telah melampaui batas atas nasional sebesar 3,5 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, mengatakan inflasi tahunan di Bali telah menunjukkan peningkatan sejak dua bulan terakhir, yaitu pada Agustus, September, hingga Oktober 2026.
Ia menjelaskan faktor pendorong inflasi menguat di saat yang bersamaan, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kelompok makanan, minuman, dan tembakau, hingga perhiasan emas.
“Secara year on year memang inflasi kita di tahun di dua bulan terakhir itu cenderung tinggi, seperti yang saya sampaikan tadi karena beberapa pendorong yang bersamaan seperti kenaikan harga BBM, untuk year on year dibandingkan harga sebelumnya,” jelas Agus di Kantor BPS Bali, Senin (2/11/2026).