Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fenomena Asap Putih di Tabanan, Ini Penjelasan BMKG
Fenomena asap putih terjadi di Tabanan, Rabu (21/10/2026) (instagram.com/tabanan.viral)
  • BMKG Wilayah III Denpasar menyatakan asap putih yang viral di langit Tabanan pada 21 Oktober 2026 diduga merupakan kabut, berdasarkan video, ketiadaan bau, dan riwayat hujan.
  • Kabut terbentuk saat kelembapan udara tinggi mengalami pendinginan hingga titik embun, membuat uap air mengembun menjadi butiran halus dekat permukaan, termasuk ketika suhu Tabanan relatif panas.
  • BMKG menegaskan kabut atau hujan sesekali bukan penanda awal musim hujan; BPBD Tabanan belum menerima laporan resmi, sementara warga melihat fenomena tanpa pembakaran atau bau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan, IDN Times - Postingan di media sosial yang viral pada Rabu (21/10/2026) memperlihatkan adanya fenonema asap putih mengantung di langit Tabanan. Banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya asap putih tersebut. Apakah asap karena pembakaran sampah atau kabut? Beberapa postingan video di media sosial memaparkan jika asap putih itu muncul tiba-tiba dan tidak berbau.

Untuk mengetahui kebenaran mengenai asap putih tersebut, IDNTimes menanyakan hal tersebut kepada Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar. Dari video yang terekam dan pernyataan masyarakat mengenai asap yang tidak berbau dan adanya latar belakang pernah hujan sebelumnya, asap putih tersebut adalah kabut.

1. Kabut bisa terbentuk jika kondiis atmosfer mendukung

Fenomena asap putih terjadi di Tabanan, Rabu (21/10/2026) (instagram.com/tabanan.viral)

Prakirawan BBMKG Wilayah III, Diana Siregar mengatakan, kabut dapat terbentuk setelah hujan maupun saat cuaca tidak hujan. Fenomena ini terjadi ketika udara memiliki kelembapan tinggi dan mengalami pendinginan hingga mencapai titik embun, sehingga uap air mengembun menjadi butiran air halus di dekat permukaan.

"Oleh karena itu, meskipun suhu udara di wilayah Tabanan Kota relatif panas, kabut tetap dapat terbentuk apabila kondisi kelembapan dan atmosfer setempat mendukung," ujarnya, Rabu (21/10/2026)

2. Adanya kabut tidak memastikan musim hujan dimulai

Fenomena asap putih terjadi di Tabanan, Rabu (21/10/2026) (instagram.com/tabanan.viral)

Meskipun ada kabut terbentuk, tetapi menurut Diana belum bisa ditandai sebagai awal musim hujan. "Munculnya kabut atau hujan sesekali belum menandakan awal musim hujan. Penentuan awal musim hujan didasarkan pada analisis curah hujan dasarian (10 harian) untuk beberapa dasarian," jelas Diana.

Sementara Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengatakan dari postingan medsos diduga asap putih tersebut adalah kabut. "Kalau dari postingan dan pengakuan warga yang tidak mencium bau, diduga itu kabut," katanya.

Namun, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi mengenai fenonema asap putih tersebut.

3. Melihat asap putih dari Abiantuwung Kediri

Fenomena asap putih terjadi di Tabanan, Rabu (21/10/2026)

Salah satu warga, Ayu mengatakan melihat asap putih tersebut ketika memasuki wilayah Abiantuwung Kediri. "Pagi saat bekerja, ketika masuki ke Abiantuwung, Kediri, vibe asap putihnya seperti di daerah Bedugul," katannya.

Awalnya Ayu mengira asap itu adalah dari pembakaran sampah."Tetapi ketika saya lihat sekitar tidak ada yang bakar sampah dan tidak berbau juga," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article