Sementara itu rencana ini menuai respons dari berbagai kalangan. Salah satu masyarakat Kabupaten Badung, Laili Rizki (29) mengungkapkan bahwa temannya dari Amerika sengaja datang ke Bali yang selain untuk berlibur juga untuk melakukan perawatan saluran akar gigi (root canal treatment).
“Iya sengaja gitu (ke Bali). Selama kualitas terjamin dan harga bersaing, ga (tidak) selangit. Berpotensi tuh. Temenku dari Amerika malah ada yang sengaja liburan ke Bali sekalian root canal giginya. Karena lebih murah dari Amerika,” jelasnya.
“Tapi kalo cuma wacana doang, terus bikin harga naik semua. Percuma juga, malah habis-habisin duit negara ajah. Lahan korupsi,” jelasnya.
Sedangkan Vivi, masyarakat Kabupaten Gianyar mengungkapkan bahwa ia setuju saja jika Bali mengembangkan potensi pariwisata kesehatan asalkan ada faedahnya.
“Sah-sah saja kalau memang dikembangkan bisnis di bidang operasi plastik dan sebagainya. Asalkan ada faedahnya untuk kesehatan. Bukan hanya sekedar bisnis yang berdampak pada perubahan gaya hidup masyarakat, melainkan lebih pada fungsi dan faedah pada kesehatan masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.