Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Pendaki Tersesat di Gunung Agung, Tim SAR Sisir Hutan 2800 Mdpl
Pencarian pendaki tersesat di Gunung Agung. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • Dua pendaki, Piqri Zaenal Abidin dan Lorenzo Regiraldo Tawang, tersesat saat turun dari Gunung Agung melalui jalur Pura Pasar Agung sejak Selasa, dengan kontak terakhir pukul 17.30 Wita.
  • Tim SAR gabungan memulai operasi setelah laporan diterima Rabu pagi, membagi pencarian menjadi tiga SRU dari dua arah berdasarkan lokasi terakhir dan tongkat yang ditemukan di 2.854 mdpl.
  • Penyisiran di hutan sekitar 2.800 mdpl menghadapi medan terjal, hujan ringan, dan cuaca berubah-ubah; pencarian melibatkan berbagai unsur SAR dengan keselamatan personel sebagai perhatian utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
8 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita

Piqri Zaenal Abidin dan Lorenzo Regiraldo Tawang mendaki Gunung Agung melalui jalur Pos Pura Pasar Agung.

Selasa sore

Kedua pendaki diperkirakan mulai kehilangan arah saat turun dari Gunung Agung.

sekitar pukul 17.30 Wita

Kontak terakhir dengan kedua pendaki terjadi ketika mereka berada di kawasan hutan Gunung Agung.

Rabu pagi sekitar pukul 08.25 Wita

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan dua pendaki tersesat dari A. A. Sg. Istri Paramita.

sekitar pukul 08.45 Wita

Enam personel Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem bergerak menuju lokasi pencarian.

sekitar pukul 10.00 Wita

Tim tiba di area parkir Pasar Agung dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan.

pukul 10.35 Wita

SRU 1 beranggotakan 10 personel bergerak menyusuri jalur pendakian ke arah atas Gunung Agung.

pukul 10.56 Wita

SRU 2 beranggotakan 10 personel menuju Embung Telung Buana untuk menyisir dari arah bawah.

9 September 2026

Tim SAR gabungan masih mencari kedua pendaki di kawasan hutan hingga sekitar 2.800 mdpl. Pencarian menghadapi medan terjal serta cuaca berawan dan hujan ringan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dua pendaki dilaporkan tersesat saat turun dari Gunung Agung. Tim SAR gabungan masih menyisir kawasan hutan sekitar 2.800 mdpl, dengan petunjuk tongkat pendaki ditemukan di 2.854 mdpl.
  • Who?
    Piqri Zaenal Abidin, 20 tahun, dan Lorenzo Regiraldo Tawang, 23 tahun, dicari oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, BPBD, kepolisian, TNI, Damkar, tenaga kesehatan, pemandu lokal, dan rekan pendaki.
  • Where?
    Pencarian berlangsung di kawasan hutan Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, melalui jalur Pos Pura Pasar Agung, Kecamatan Selat, serta arah Embung Telung Buana.
  • When?
    Keduanya mendaki pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 02.00 Wita. Kontak terakhir terjadi pukul 17.30 Wita. Pencarian masih berlangsung pada Rabu, 9 September 2026.
  • Why?
    Kedua pendaki diduga kehilangan arah ketika melakukan perjalanan turun dari Gunung Agung pada Selasa sore. Hingga operasi dimulai, upaya menghubungi keduanya belum mendapat respons.
  • How?
    Operasi dibagi menjadi tiga SRU. Tim menyisir dari jalur pendakian ke arah atas dan dari Embung Telung Buana menuju atas, mengacu lokasi terakhir serta temuan tongkat, di medan terjal dengan hujan ringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua pendaki, Piqri dan Lorenzo, tersesat saat turun dari Gunung Agung di Bali. Mereka terakhir memberi kabar pada Selasa sore di hutan. Tim SAR mencari mereka dari dua arah. Tim menemukan tongkat salah satu pendaki. Sekarang pencarian masih berjalan, tetapi jalannya curam dan ada hujan ringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat dan terkoordinasi dari tim SAR gabungan memberi dasar harapan di tengah medan Gunung Agung yang berat. Pembagian pencarian ke dalam tiga unit, penyisiran dari dua arah, serta pemanfaatan temuan tongkat sebagai petunjuk menunjukkan operasi dilakukan secara terarah, sambil tetap menjaga keselamatan seluruh personel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karangasem, IDN Times – Dua pendaki dilaporkan tersesat saat turun dari Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali. Hingga Rabu (9/9/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di kawasan hutan dengan ketinggian mencapai sekitar 2.800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kedua pendaki tersebut diketahui bernama Piqri Zaenal Abidin (20) dan Lorenzo Regiraldo Tawang (23). Keduanya sebelumnya mendaki Gunung Agung melalui jalur Pos Pura Pasar Agung, Kecamatan Selat, pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.

Namun, ketika melakukan perjalanan turun, keduanya diduga kehilangan arah. Kontak terakhir dengan mereka diketahui sekitar pukul 17.30 Wita, saat keduanya berada di kawasan hutan Gunung Agung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Nyoman Sidakarya, mengatakan pencarian akan terus dilakukan dengan mengerahkan potensi SAR yang ada.

"Namun keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama karena pencarian dilakukan di kawasan pegunungan dengan medan terjal serta kondisi cuaca yang berubah-ubah," ungkapnya, Rabu (9/9/2026).

1. Dilaporkan mendaki sejak Selasa (8/9/2026) sore

Pencarian pendaki tersesat di Gunung Agung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Informasi mengenai dua pendaki yang tersesat tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Rabu pagi sekitar pukul 08.25 Wita.

Laporan disampaikan oleh A. A. Sg. Istri Paramita. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, kedua pendaki diperkirakan mulai kehilangan arah ketika turun dari Gunung Agung pada Selasa sore.

Upaya untuk menghubungi keduanya telah dilakukan. Namun hingga operasi pencarian dimulai, tim belum berhasil mendapatkan respons dari kedua pendaki tersebut.

Petunjuk awal kemudian ditemukan di jalur pendakian. Tongkat milik salah satu pendaki ditemukan pada ketinggian sekitar 2.854 mdpl.

Temuan tersebut menjadi salah satu acuan bagi tim SAR untuk menentukan arah penyisiran.

2. Tim Dibagi Tiga SRU, Pencarian dari Dua Arah

Pencarian pendaki tersesat di Gunung Agung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Begitu menerima laporan, enam personel Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem bergerak menuju lokasi sekitar pukul 08.45 Wita.

Tim tiba di area parkir Pasar Agung sekitar pukul 10.00 Wita. Setibanya di lokasi, dilakukan koordinasi dengan sejumlah unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian.

Untuk memperluas cakupan pencarian, tim kemudian membagi operasi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).

Pada pukul 10.35 Wita, SRU 1 yang terdiri dari 10 personel SAR gabungan bergerak menyusuri jalur pendakian ke arah atas Gunung Agung.

Selanjutnya, pada pukul 10.56 Wita, SRU 2 yang juga beranggotakan 10 personel bergerak menuju kawasan Embung Telung Buana untuk melakukan pencarian dari arah bawah menuju kawasan atas Gunung Agung.

Pembagian SRU dilakukan untuk memperluas area penyisiran dengan mengacu pada informasi terakhir mengenai keberadaan kedua pendaki serta petunjuk yang telah ditemukan di lapangan.

3. Medan terjal dan hujan jadi tantangan

Pencarian pendaki tersesat di Gunung Agung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Pencarian dua pendaki ini tidak mudah. Tim harus menghadapi medan Gunung Agung yang terjal, ditambah kawasan hutan yang dapat menyulitkan pergerakan maupun pencarian secara visual.

Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan berawan disertai hujan ringan. Jarak pandang di kawasan pencarian sekitar 8 kilometer.

Sejumlah unsur turut dikerahkan dalam operasi tersebut, mulai dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, BPBD Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Damkar Karangasem, Puskesmas Selat dengan satu unit ambulans, pemandu KUPS lokal Pasar Agung hingga rekan kedua pendaki.

Tim SAR gabungan masih mengoptimalkan pencarian berdasarkan lokasi terakhir kedua pendaki dan temuan tongkat di ketinggian 2.854 mdpl.

Editorial Team

Related Article