Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dolar AS Menguat, Kunjungan Wisman ke Nusa Penida Naik

Dolar AS Menguat, Kunjungan Wisman ke Nusa Penida Naik
Pagar pengaman di Destinasi Devil Tears Nusa Penida. (Dok. IDN Times/istimewa)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida meningkat sejak Mei 2026, mencapai rata-rata lebih dari 3.000 orang per hari dibandingkan 2.000 pada hari normal.
  • Peningkatan kunjungan terjadi lebih awal dari biasanya, menandakan musim ramai wisatawan dimulai sejak akhir Mei meski belum dipastikan terkait penguatan dolar AS.
  • Pemkab Klungkung menerapkan sistem e-ticketing retribusi wisata yang memungkinkan pembayaran digital bahkan saat wisatawan masih di kapal menuju Nusa Penida.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Klungkung, IDN Times - Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berpotensi menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata Bali. Saat biaya liburan di Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan mancanegara, kunjungan ke destinasi unggulan seperti Nusa Penida pun mulai menunjukkan tren peningkatan.

Meskipun demikian, Plt Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Gusti Agung Putra Mahajaya belum memastikan, peningkatan kunjungan wisatawan tersebut apakah imbas dari menguatnya nilai dolar Amerika atau ada faktor lainnya. Menurutnya, pergerakan wisatawan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari momentum liburan hingga kondisi pariwisata global.

"Saya tidak bisa mengkaji lebih jauh apakah ini karena penguatan dolar atau dampak global lainnya. Yang pasti, saat ini kunjungan (wisatawan) memang meningkat," ujarnya, Senin (1/6/2026).

Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung mencatat rata-rata kunjungan wisatawan ke Nusa Penida sejak Mei 2026 mencapai lebih dari 3.000 orang per hari. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan hari normal yang biasanya berkisar 2.000 wisatawan per hari.

1. Kenaikan kunjungan wisatawan terjadi sejak memasuki bulan Mei

Destinasi Crystal Bay Nusa Penida. (Dok. IDN Times/istimewa)
Destinasi Crystal Bay Nusa Penida. (Dok. IDN Times/istimewa)

Gusti Agung Putra Mahajaya mengatakan, tren kenaikan kunjungan mulai terlihat sejak memasuki Mei. Selain didukung sejumlah hari libur, peningkatan tersebut juga terjadi menjelang musim ramai kunjungan wisatawan ke Bali.

"Kalau saat ini kunjungan wisatawan lumayan bagus. Dari bulan Mei rata-rata di atas 3.000 orang per hari," ujarnya.

Meski demikian, Mahajaya belum bisa memastikan apakah kenaikan jumlah wisatawan tersebut berkaitan langsung dengan menguatnya dolar AS.

2. High season mulai terasa lebih awal

Potret Kelingking Beach di Nusa Penida (IDN Times/Dewi Suci Rahayu)
Potret Kelingking Beach di Nusa Penida (IDN Times/Dewi Suci Rahayu)

Biasanya, Nusa Penida mulai memasuki musim puncak kunjungan wisatawan pada Juni hingga Juli. Namun, peningkatan jumlah wisatawan yang terjadi pada akhir Mei dinilai menjadi sinyal awal bahwa high season mulai bergerak lebih cepat tahun ini.

Kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali dalam beberapa bulan terakhir. Bagi wisatawan yang membawa mata uang dolar, penguatan kurs membuat biaya akomodasi, transportasi, hingga aktivitas wisata di Indonesia terasa lebih terjangkau.

"Kalau high season di Nusa Penida biasanya mulai Juni hingga Juli. Mungkin saja tren peningkatan sudah mulai terlihat di akhir Mei," jelas Mahajaya.

3. Retribusi wisata kini bisa dibayar saat di atas kapal

Pos Retribusi di Nusa Penida. (Dok.IDN Times/Istimewa)
Pos Retribusi di Nusa Penida. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, Pemkab Klungkung juga mulai mengoptimalkan sistem pembayaran retribusi wisata berbasis digital melalui e-ticketing.

Menariknya, wisatawan kini tidak harus menunggu tiba di Nusa Penida untuk membayar retribusi. Pembayaran dapat dilakukan secara online bahkan saat perjalanan menggunakan kapal menuju pulau tersebut.

Setelah transaksi selesai, wisatawan akan memperoleh barcode yang nantinya diperiksa petugas di pintu kedatangan. "Di boat sudah bisa melakukan pembayaran retribusi. Nanti barcode-nya dicek saat tiba di Nusa Penida," ujarnya.

Bagi wisatawan yang belum melakukan pembayaran secara digital, pemerintah tetap menyediakan layanan pembelian retribusi di lokasi kedatangan.

Menurut Mahajaya, digitalisasi pembayaran ini bertujuan mempercepat proses pelayanan, mengurangi antrean, serta memastikan seluruh wisatawan memenuhi kewajiban pembayaran retribusi daerah.

"Kita sudah sosialisasikan ke operator boat. Dengan digitalisasi ini, salah satu tujuannya untuk mengurangi antrean di pintu kedatangan dan membuat pelayanan wisatawan lebih efektif," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Bali

See More