Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dispar Bakal Tambah Rambu dan Tenaga Keamanan di Lokasi Wisata Nusa Penida
Evakuasi korban terjatuh dari tebing Pantai Klingking, Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Basarnas Bali)
  • Dua wisatawan asing meninggal dalam kecelakaan terpisah di Pantai Kelingking dan Crystal Bay, Nusa Penida, pada 12–13 September 2026.
  • Dinas Pariwisata Klungkung mengevaluasi keamanan dengan rencana menambah rambu bendera penanda area aman dan larangan berenang di Kelingking serta Crystal Bay.
  • Petugas keamanan akan disiapkan untuk mengawasi dan mengarahkan wisatawan; sopir, pemandu, serta agen wisata juga diminta memperkuat edukasi keselamatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (12/9/2026)

Wisatawan Australia Cronin Brianna Lani meninggal setelah terjatuh dari tebing di Pantai Kelingking, Desa Bungamekar.

Minggu (13/9/2026)

Wisatawan Inggris Archibald Frederick Taylor meninggal setelah mengalami kecelakaan saat berenang di Pantai Crystal Bay sekitar pukul 15.40 Wita.

Senin (14/9/2026)

Dinas Pariwisata Klungkung mengevaluasi keamanan destinasi dan merencanakan penambahan rambu serta petugas khusus di kawasan berisiko tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dinas Pariwisata Klungkung merencanakan penambahan rambu keselamatan dan tenaga keamanan di destinasi rawan Nusa Penida setelah dua wisatawan asing meninggal dalam kecelakaan terpisah.
  • Who?
    Wisatawan Australia Cronin Brianna Lani dan wisatawan Inggris Archibald Frederick Taylor meninggal dunia. Dinas Pariwisata Klungkung, desa adat, sopir wisata, pemandu, dan agen perjalanan akan dilibatkan dalam upaya keselamatan.
  • Where?
    Kejadian terjadi di Pantai Kelingking, Desa Bungamekar, serta Pantai Crystal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
  • When?
    Cronin Brianna Lani meninggal pada Sabtu, 12 September 2026. Archibald Frederick Taylor meninggal pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 15.40 Wita. Rencana disampaikan 14 September 2026.
  • Why?
    Evaluasi keamanan dilakukan karena dua kecelakaan terjadi dalam dua hari berturut-turut, sementara sejumlah wisatawan masih mengabaikan papan peringatan di kawasan tebing curam dan laut berombak besar.
  • How?
    Rambu bendera akan menandai area aman dan larangan berenang. Petugas khusus direncanakan mengawasi serta mengarahkan wisatawan, dengan koordinasi bersama pelaku wisata dan kemungkinan kerja sama desa adat melalui OGOD.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua turis asing meninggal di Nusa Penida. Seorang dari Australia jatuh dari tebing di Pantai Kelingking. Seorang dari Inggris kecelakaan saat berenang di Crystal Bay. Sekarang Dinas Pariwisata mau tambah tanda bahaya dan petugas keamanan. Sopir dan pemandu juga diminta mengingatkan turis supaya hati-hati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Evaluasi setelah insiden ini membuka ruang bagi penguatan perlindungan wisatawan di Nusa Penida melalui pendekatan yang lebih langsung dan kolaboratif. Rambu bendera dapat memperjelas area berisiko, sementara petugas khusus, desa adat, serta sopir, pemandu, dan agen wisata berpotensi menghadirkan pengingat keselamatan yang lebih dekat dengan aktivitas pengunjung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klungkung, IDN Times Bali– Dua wisatawan asing meninggal dunia dalam dua kecelakaan berbeda di destinasi wisata Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Kejadian ini terjadi dalam dua hari berturut-turut.

Kecelakaan pertama terjadi di Pantai Kelingking, Desa Bungamekar, pada Sabtu (12/9/2026). Wisatawan asal Australia, Cronin Brianna Lani (29), terjatuh dari tebing hingga nyawanya tidak tertolong. Sehari berselang, musibah terjadi kembali di Pantai Crystal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti. Wisatawan asal Inggris, Archibald Frederick Taylor, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat berenang pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 15.40 Wita.

Rentetan kecelakaan tersebut membuat Dinas Pariwisata Klungkung mengevaluasi aspek keamanan di sejumlah destinasi, khususnya kawasan yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Gusti Agung Putra Mahajaya, mengatakan pemasangan papan peringatan sebenarnya sudah dilakukan di sejumlah destinasi. Namun, keberadaan papan peringatan dinilai belum cukup. Sebab, masih ada wisatawan yang mengabaikan imbauan keselamatan ketika berada di lokasi wisata.

"Sebenarnya selama ini sudah banyak dipasang papan peringatan untuk mengingatkan wisatawan agar memprioritaskan keamanan saat berwisata. Tapi terkadang tamu masih bandel. Masalah keamanan wisatawan saat berada di destinasi ini harus kita ingatkan lagi," ujar Putra Mahajaya, Senin (14/9/2026).

1. Rambu keselamatan bakal ditambah di Kelingking dan Crystal Bay

Evakuasi korban terjatuh dari tebing Pantai Klingking, Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Basarnas Bali)

Dispar Klungkung berencana memperkuat sistem peringatan di kawasan Pantai Kelingking dan Crystal Bay. Salah satunya pemasangan rambu berupa bendera di kawasan pesisir. Bendera tersebut digunakan untuk menandai area yang aman maupun kawasan yang berbahaya untuk aktivitas berenang.

"Rambu berupa bendera akan kita siapkan. Nanti titik-titik yang bahaya untuk aktivitas berenang kita kasih tanda larangan berenang," jelasnya.

2. Adanya petugas khusus bakal awasi wisatawan di destinasi rawan

Evakuasi korban terjatuh dari tebing Pantai Klingking, Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Basarnas Bali)

Selain memperbanyak rambu, Dispar Klungkung menyiapkan skema penambahan tenaga keamanan di destinasi wisata. Petugas nantinya tidak hanya berjaga, tetapi juga aktif mengawasi sekaligus mengingatkan wisatawan mengenai aktivitas yang aman dan berisiko.

Skema ini salah satunya akan diterapkan di Pantai Kelingking. Wisatawan yang ingin turun hingga ke bibir pantai akan mendapat arahan dari petugas mengenai hal-hal yang boleh maupun tidak boleh dilakukan.

"Misalnya di Pantai Kelingking. Bagi wisatawan yang ingin turun ke bibir pantai, ada petugas khusus yang mengingatkan apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak. Walau sudah ada papan peringatan, wisatawan harus diingatkan lagi," ungkapnya.

Menurut Putra Mahajaya, keberadaan petugas di lapangan menjadi penting karena karakter destinasi Nusa Penida memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Penambahan petugas keamanan tersebut nantinya dapat melibatkan desa adat melalui kerja sama setelah penerapan konsep One Gate One Destination (OGOD).

3. Sopir hingga agen wisata diminta ikut ingatkan turis

Evakuasi korban terjatuh dari tebing Pantai Klingking, Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Basarnas Bali).

Upaya menjaga keselamatan wisatawan, kata Putra Mahajaya, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas destinasi.

Pelaku pariwisata juga akan dilibatkan. Dinas Pariwisata akan meningkatkan koordinasi dengan sopir wisata, pemandu, hingga agen perjalanan agar ikut memberikan edukasi keselamatan kepada wisatawan sebelum maupun selama berada di destinasi. Langkah tersebut dinilai penting karena karakter geografis Nusa Penida tidak bisa dilepaskan dari tebing-tebing curam dan kawasan laut yang memiliki ombak besar.

"Kita ajak juga pelaku wisata untuk terus ingatkan tamunya. Kalau petugas tentu sulit awasi seluruh wisatawan yang jumlahnya ribuan," tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article