Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dirut Pertamina Berjanji Antrean BBM di Bali Tak Terulang
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, meminta maaf atas antrean BBM di Bali dan berjanji tidak terulang, Senin (19/1/0/2026). (IDN Times/Yuko Utami)
  • Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri meminta maaf kepada warga Bali atas antrean BBM dan berjanji kejadian serupa tidak terulang.
  • Pertamina mengapresiasi dukungan Pemprov Bali, Forkopimda, TNI, kepolisian, serta warga dalam pengamanan, penguraian antrean, dan pengoperasian SPBU maupun mobil tangki.
  • Pertamina telah mengevaluasi gangguan distribusi dan berkomitmen memperbaiki layanan penyaluran energi demi melayani seluruh Bali serta menopang pariwisata, UMKM, dan aktivitas ekonomi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri meminta maaf atas antrean BBM di sejumlah wilayah Bali dan berjanji kejadian serupa tidak terulang.
  • Who?
    Simon Aloysius Mantiri mewakili Pertamina Group; Pemerintah Provinsi Bali, Forkopimda, Kodam Udayana, kepolisian, serta warga Bali turut terlibat dalam pemulihan.
  • Where?
    Permohonan maaf disampaikan setelah rapat koordinasi di Depo Sanggaran, Kota Denpasar, Bali.
  • When?
    Senin, 19 Oktober 2026, usai rapat koordinasi di Depo Sanggaran.
  • Why?
    Pernyataan disampaikan sebagai respons atas antrean bahan bakar minyak yang terjadi di sejumlah wilayah Bali.
  • How?
    Pertamina melakukan evaluasi, melanjutkan penyaluran energi, serta mendapat dukungan pengamanan, penguraian antrean, operator SPBU, dan pengemudi mobil tangki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, kembali menyampaikan permohonan maaf kepada warga Bali atas antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Bali. Ia juga berjanji kejadian serupa tidak akan terulang.

Permohonan maaf itu disampaikan Simon atas nama Pertamina Group usai rapat koordinasi di Depo Sanggaran, Kota Denpasar, pada Senin (19/10/2026). 

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” ujarnya.

Simon juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali beserta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atas dukungan kebijakan selama masa pemulihan pascaantrean BBM.

Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran Kodam Udayana, mulai dari Pangdam, Kasdam, hingga Danrem, serta jajaran kepolisian termasuk Kapolda Bali.

Menurut Simon, dukungan tersebut sangat membantu Pertamina, terutama dalam pengamanan, pengurai antrean, serta penyediaan tenaga yang membantu sebagai operator di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) maupun pengemudi mobil tangki Pertamina.

Simon turut berterima kasih kepada warga Bali atas pengertian, kesabaran, dan dukungan yang diberikan. Ia menegaskan Pertamina berkomitmen terus menjalankan penyaluran dan distribusi energi serta memastikan seluruh wilayah terlayani dengan baik.

“Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya,” kata Simon.

Ia menambahkan, Pertamina telah melakukan evaluasi dan akan terus berupaya memberikan layanan yang lebih baik di masa mendatang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article