Denpasar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengungkap sejumlah dampak kekeringan di Bali, sejak periode 11 April-28 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menjelaskan dari informasi BMKG, musim kemarau di Bali pada 2026, diperkirakan berlangsung lebih panjang.
“Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang, lebih kering, dan dengan suhu yang relatif lebih tinggi dibandingkan kondisi normal di sejumlah wilayah,” papar Teja kepada IDN Times, Sabtu (29/8/2026).
Ia menjelaskan kondisi itu meningkatkan sejumlah potensi kejadian, utamanya kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran permukiman.
