Denpasar, IDN Times - Penanganan kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah Bali memerlukan upaya pencegahan yang komprehensif, sistematis, dan berkelanjutan seiring meningkatnya pelaku tindak pidana narkotika pada usia muda. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Putu Putera Sadana, menyampaikan pengenalan dan edukasi bahaya narkotika lebih baik dilakukan di segala usia dengan kesesuaian metode masing-masing berdasarkan usia dan jenjang pendidikan anak.
Sosialisai dan edukasi ini masih menjadi tantangan bersama di usia Indonesia yang ke-81 tahun. BNNP Bali mengaku masih memformulasikan bahasa, diksi, alat-alat peraga agar bahaya narkotika ini mudah dipahami oleh semua generasi.
"BNN tentunya selalu memberikan sosialisasi dan peringatan kepada keluarga, masyarakat umum secara luas dalam mengantisipasi hal tersebut. Narkoba saat ini sudah banyak bertransformasi mulai dari bentuknya yang tidak selalu padat misalnya liquid vape, sehingga diperlukan sosialisai kepada anak-anak sesuai dengan usianya," ungkapnya, Senin (17/8/2026).
