(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Sementara itu seorang pedagang toko kelontong Putu Sinta (32) mengungkap bahwa stok beras premium yang ia beli masih tersedia. Sekitar seminggu lalu ia belanja beras Putri Sejati kemasan 5 kg harga Rp 83 ribu. Dia pun menjual beras eceran Rp17 ribu per kg.
Sebelum ada kenaikan harga harga, beras premium masih bisa ia dapatkan dengan harga Rp74 ribu per 5 kg.
“Ada yang bilang naik lagi harga berasnya. Tapi belum tahu naiknya berapa. Kalau yang besar kemasan 25 kilogram kami biasanya ambil untung hanya Rp5000. Yang kecil palingan Rp2000-Rp3000,” ungkapnya.
Sebagai penjual ia mengaku tidak terlalu kesulitan untuk menghabiskan stoknya saat ini karena beras merupakan kebutuhan pokok. Hanya saja jumlah pembelian yang berkurang.
“Mungkin uangnya (pembeli) biar bisa bagi-bagi untuk belanja yang lain. Apalagi musim saat ini hari raya numpuk gini. Ngirit-ngirit kayak gimana gitu uang Rp100 ribu kok gak dapat apa-apa ya,” ungkapnya.
Pasar murah yang digelar Bulog Bali (Dok.IDN Times/Bulog Bali)
Sementara itu, Kepala Bulog Bali, Sony Supriadi mengatakan, harga beras Bulog hingga hari ini tetap Rp9.950 per kg di gudang. Dengan Harga Ekonomis Tertinggi (HET) di konsumen Rp10.900 per kilogram.
“Harganya tetap,” jawabnya.