Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Beras di Bali Masih Mahal, Ibu Rumah Tangga Irit Masak Nasi

Beras di Bali Masih Mahal, Ibu Rumah Tangga Irit Masak Nasi
ilustrasi proses mengaduk adonan nasi (pixabay.com/FlitsArt)
Share Article

Denpasar, IDN Times – Tingginya harga beras masih dirasakan oleh masyarakat Bali usai hari raya Galungan. Rata-rata konsumen mengeluh harga yang tetap mahal di pasaran sementara kebutuhan lain juga tidak bisa dikurangi.

Seorang ibu rumah tangga di Denpasar, Risma mengaku tak bisa berbuat apa-apa, selain tetap membeli beras meski mahal. Meski demikian, dia mengakui lebih irit memasak beras saat ini. “Jadi karena beras mahal masak secukupnya saja, kira-kira habis, biar nasi nggak terbuang,” ungkap ibu rumah tangga berusia 36 tahun itu, Kamis (29/2/2024). 

1.Di warung kelontong pun, harga beras masih tinggi

Warga Denpasar, Bali mengantre beli beras Bulog (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Warga Denpasar, Bali mengantre beli beras Bulog (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Risma mengaku biasa membeli beras di warung kelontong depan rumah karena harga barang-barang di sana, biasanya lebih murah.

Di warung itu pun, harga beras masih meroket. Misalnya beras premium merek Ratu kemasan 10 kilogram (kg) yang normalnya Rp108 ribu, kini menjadi Rp157 ribu. Sedangkan beras merek Pis Bolong kemasan 5 kg kini seharga Rp79 ribu, dari semua di bawah Rp60 ribu.

“Pernah coba beli beras Bulog pas pasar murah, tapi ternyata gak enak,” ungkap Risma.

2.Harga beras premium di minimarket masih tinggi

pexels.com/Polina Tankilevitch
pexels.com/Polina Tankilevitch

Senada, salah satu warga Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara Ni Luh Putu Wahyuni (26) mengaku masih merasakan dampak dari mahalnya harga beras. Sekitar 3 hari yang lalu, dia pergi ke minimarket untuk membeli kemasan beras premium merek Putri Sejati 5 kg dengan harga sebesar Rp85 ribu.

“Mahal itu Rp85 ribu. Padahal biasanya per kilo Rp11 ribu,” ungkapnya pada Kamis (29/2/2024).

Sementara itu ibu rumah tangga lainnya, Kanti Wulanjani (35) mengaku, hari ini ia membeli beras premium kemasan 25 kg merek Putri Sejati dengan harga Rp495 ribu di minimarket.

3.Penjualan di warung kelontong tetap, hanya jumlahnya berkurang

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara itu seorang pedagang toko kelontong Putu Sinta (32) mengungkap bahwa stok beras premium yang ia beli masih tersedia. Sekitar seminggu lalu ia belanja beras Putri Sejati kemasan 5 kg harga Rp 83 ribu. Dia pun menjual beras eceran Rp17 ribu per kg.

Sebelum ada kenaikan harga harga, beras premium masih bisa ia dapatkan dengan harga Rp74 ribu per 5 kg.

“Ada yang bilang naik lagi harga berasnya. Tapi belum tahu naiknya berapa. Kalau yang besar kemasan 25 kilogram kami biasanya ambil untung hanya Rp5000. Yang kecil palingan Rp2000-Rp3000,” ungkapnya.

Sebagai penjual ia mengaku tidak terlalu kesulitan untuk menghabiskan stoknya saat ini karena beras merupakan kebutuhan pokok. Hanya saja jumlah pembelian yang berkurang.

“Mungkin uangnya (pembeli) biar bisa bagi-bagi untuk belanja yang lain. Apalagi musim saat ini hari raya numpuk gini. Ngirit-ngirit kayak gimana gitu uang Rp100 ribu kok gak dapat apa-apa ya,” ungkapnya.

Pasar murah yang digelar Bulog Bali (Dok.IDN Times/Bulog Bali)
Pasar murah yang digelar Bulog Bali (Dok.IDN Times/Bulog Bali)

Sementara itu, Kepala Bulog Bali, Sony Supriadi mengatakan, harga beras Bulog hingga hari ini tetap Rp9.950 per kg di gudang. Dengan Harga Ekonomis Tertinggi (HET) di konsumen Rp10.900 per kilogram.

“Harganya tetap,” jawabnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ayu Afria Ulita Ermalia
Ita Lismawati F Malau
Ayu Afria Ulita Ermalia
EditorAyu Afria Ulita Ermalia

Latest News Bali

See More

3 Jenis Hari Raya Galungan di Bali dan Perbedaannya

11 Jun 2026, 18:30 WIBNews