Badung, IDN Times - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menguji SOP dan dokumen tentang kedaruratan, pada Rabu (23/9/2026) lalu. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, menyebutkan dokumen itu terdiri dari dokumen penanggulangan keadaan darurat bandara atau Airport Emergency Plan (AEP), dokumen program keamanan bandara atau Airport Security Programme (ASP), serta dokumen rencana mitigasi bencana di bandara atau Airport Disaster Management Plan (ADMP).
"Kami bersama dengan berbagai instansi komunitas bandara menggelar Airport Emergency Exercise (AEE), merupakan latihan skala penuh atau full scale exercise yang mensimulasikan penanganan keadaan darurat di bandara," ungkapnya, Kamis (24/9/2026).
AEE menyimulasikan tiga jenis keadaan darurat, yakni Building Fire Exercise (penanganan kebakaran gedung di lingkungan bandara), Airport Security Exercise (penanganan gangguan keamanan di area bandara), serta Aircraft Accident Exercise yang menyimulasikan penanganan keadaan darurat berupa kecelakaan pesawat udara.
Pelaksanaan AEE ini menjadi upaya bandara untuk memastikan kesiapsiagaan personel, dokumen SOP, dan koordinasi lintas instansi apabila terjadi keadaan darurat di bandara.
Untuk diketahui, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali melayani hingga 24 juta penumpang dan lebih dari 140 ribu pergerakan pesawat setiap tahunnya. Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan seluruh instansi dalam menghadapi keadaan darurat menjadi sangat penting.
