TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Tabanan Tutup Lokasi Isoter, Kasus COVID-19 Hanya 1 Digit

Masyarakat diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri

ilustrasi pandemi COVID-19 (ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat)

Tabanan, IDN Times - Penurunan kasus COVID-19 di Kabupaten Tabanan selama sepekan ini membuat Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Tabanan menutup tempat isolasi terpusat (Isoter).

Sehingga apabila ada pasien terkonfirmasi positif, khususnya orang tanpa gejala dan gejala ringan,  diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri.

Baca Juga: Syarat Memakai Isolasi Terpusat di Tabanan Untuk COVID-19

1. Tabanan tutup isoter karena tidak ada pasien selama satu minggu terakhir

Kamar Grand Candi Hotel Semarang. (Instagram/@ibissemarangsimpanglima).

Sekretaris Satgas COVID-19 Tabanan, I Gede Susila, membenarkan jika untuk isoter sudah ditutup.

“Iya benar, untuk isoter sudah ditutup,” katanya, Minggu (13/3/2022).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr I Nyoman Susila, mengatakan mengenai penutupan isoter ini sebenarnya sudah dilakukan koordinasi dengan asisten II Sekretaris Daerah (Setda) Tabanan menjelang Hari Raya Nyepi.

"Satgas Provinsi Bali kemudian  memutuskan untuk menutup isoter. Daerah, termasuk Kabupaten Tabanan, menindaklanjuti hal serupa karena Provinsi yang menyediakan lokasinya, dan besok (Hari ini) kita diminta ke sana untuk koordinasi lebih lanjut. Kemungkinan ada pengurusan registrasi,” papar Susila.

Adapun isoter untuk pasien COVID-19 Tabanan di hotel daerah Kota Denpasar ini, kata Susila hampir satu minggu tidak menerima pasien COVID-19.

"Selama satu minggu isoter kosong. Hal ini karena kasus positif di Tabanan juga cenderung turun," ujarnya.

Baca Juga: Vaksinasi Booster di Tabanan Melebihi Target 30 Persen

2. Apabila ada yang positif diarahkan ke isolasi mandiri

Ilustrasi ruang isolasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Susila melanjutkan, apabila nantinya ada pasien positif akan diarahkan untuk  isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya masing-masing dengan memerhatikan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

"Bagi masyarakat yang positif dengan gejala ringan cukup melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka melakukan isoman dengan menerapkan protokol kesehatan yang disiplin. Namun apabila pasien mengalami gejala berat, sedang, atau komorbid, akan dilihat dari risikonya. Jika risikonya berat tentunya dirawat di rumah sakit agar lebih cepat mendapat penanganan," jelasnya.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Vaksin Booster di Tabanan Bali

Berita Terkini Lainnya