TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

39 Seniman Bakal Pamerkan Karya Kontemporer Saat IMF di Bali

Wah, semoga karyanya makin dilirik sama para delegasi ya

Instagram.com/manguputra

Denpasar, IDN Times - Pameran seni kontemporer bertaraf internasional, Art Bali akan diselenggarakan mulai 9 Oktober hingga 9 November mendatang di Gedung Art Bali, kawasan Bali Collection, Nusa Dua.

Berada di bawah naungan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF), acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di kawasan yang sama.

1. Art Bali menginginkan supaya seni bisa dinikmati oleh semua kalangan

IDN Times/Imam Rosidin

Bicara di hadapan awak media, Heri Pemad, CEO sekaligus founder Art Bali, mengatakan ingin menunjukan komitmennya membangun serta mengembangkan ekosistem seni dan budaya, di Bali khususnya. Pria asal Jogjakarta ini juga ingin menjadikan seni bisa dinikmati oleh masyarakat dari beragam latar belakang.

Selain itu, ia juga ingin mempromosikan dunia seni kontemporer Indonesia kepada khalayak internasional, bertepatan dengan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 pada lokasi yang berdekatan.

"Dampak dari Art Bali diharapkan bisa berguna bagi masyarakat, baik sisi ekonomi dan perkembangan budaya," kata Hari Pemad, di Rumah Sanur, Jalan Danau Poso, Denpasar, Bali, pada Selasa (2/10) siang.

Di waktu yang sama, wakil kepala BEKRAF, Ricky Joseph Pesik juga hadir dalam konferensi pers tersebut. Ia mengatakan Indonesia harus mampu memberikan sesuatu yang berbeda saat kedatangan delegasi IMF-WB.

Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan pesan Presiden Indonesia, Joko Widodo yang ingin Indonesia tak hanya menyediakan tempat konferensi saja. Namun juga menyuguhkan beberapa even dan festival kelas dunia.

"Ini peluang besar untuk mengangkat derajat Indonesia secara signifikan di mata dunia. Apa yang akan ditampilkan Indonesia untuk menyambut 15 ribu delegasi ini sangat penting. Selama ini pameran Indonesia itu standar-standar saja. Jadi, saat ini harus membuat even yang lebih profesional dan besar," jelasnya.

2. Mengusung tema Beyond the Myths

Instagram.com/madewianta

Pada pameran seni tersebut, Art Bali mencoba mengusung tema "Beyond the Myths". Tim kurator yang terdiri dari Rifky Efendi dan Ignatia Nilu mengatakan pemilihan tema ini untuk menemukan cakrawala yang lebih luas dan tajam, mengenai berbagai fenomena di balik nilai sosial budaya Indonesia maupun kaitannya dengan persoalan global.

"Beyond the Myths merupakan sebuah pembongkaran ulang tanda yang kerap kali disebut mitos atau dimitoskan oleh masyarakat dan budaya," ungkap Nilu, di tempat yang sama.

Berita Terkini Lainnya