TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Tahanan Kejati Bali Asal Lebanon yang Kabur Belum Berhasil Ditemukan

Sembunyi di mana ya?

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Bali, Sutrisno. (IDN Times/Ayu Afria)

Badung, IDN Times – Masih ingat warga negara Lebanon, Rabie Ayad Abderahman alias Rabie Ayad Alias Patistota, yang lepas dari tahanan Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Bali sejak Senin 28 Oktober 2019 lalu? Hingga kini keberadaannya masih belum juga ditemukan. Berikut penjelasannya:

1. Dugaan Rabie keluar Bali menguat. Paspornya masih ada di Kejaksaan

Unsplash/Nicole Geri

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Bali, Sutrisno, menyampaikan bahwa paspor Rabie masih berada di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

“Sekarang paspornya di kejaksaan. Paspor di kejaksaan kan belum tentu orang itu. Kan pintu kita yang tidak resmi banyak sekali,” terangnya, Selasa (11/2).

Apakah Rabie sudah keluar dari Pulau Bali? Sutrisno tidak menampik akan kemungkinan itu. Mengingat adanya potensi pintu keluar tidak resmi di Bali.

“Mungkin saja. Karena orang keluar masuk dari pintu tidak resmi itu kan kita tidak bisa pantau juga. Kami hanya menjaga pintu yang resmi-resmi saja. Itu makanya tugas dan tanggung jawab pengawasan orang asing seluruh kita semua gitu,” tegas Sutrisno.

2. Ada berapa banyak pintu tidak resmi di Bali?

Suasana Pelabuan Ketapang, Banyuwangi, Rabu pagi (1/1). (IDN Times/Mohamad Ulil Albab)

Ketika ditanyai terkait dengan keberadaan pintu tidak resmi, Sutrisno tidak menjelaskan rinci pernyataannya tersebut. “Orang tidak di Bali saja. Orang kan bisa dari sini naik bus dia sampai ke Malaysia sana. Dari Dumai nyebrang ke Malaysia. Kan ada beberapa nyebrang namanya di Semenanjung Malaka. Ya pastilah, tidak mungkin. Kalau darat pasti ketahuan kan gitu. Kalau laut siapa yang jaga laut segitu banyaknya,” ujarnya.

Berita Terkini Lainnya