ilustrasi tanaman padi yang disebut Oryza sativa dalam bahasa Latin. (unsplash.com/Charles Chen)
Kekurangan air juga terjadi di Kecamatan Selemadeg Barat, tepatnya Subak Antosari, Desa Antosari. Lahan yang terdampak seluas 105ha lahan padi. Kondisi serupa terjadi di Subak Gear Bang Munggah, Desa Lalanglinggah, dengan 10ha lahan terdampak.
Kekurangan air juga terjadi di Kecamatan Pupuan tepatnya Subak Dangin, Desa Sanda, mengalami kekurangan air pada 20ha dari luas baku 80ha. Sedangkan Subak Sempol, Desa Batungsel, terdampak 30ha dari luas baku 75ha. Kedua wilayah tersebut merupakan lahan padi yang berpotensi mengalami gagal panen jika pasokan air terus berkurang.
Untuk Selemadeg Timur yaitu di Subak Puapuan Luah, Desa Gadungan, mengalami kekurangan air pada 35ha lahan jagung. Sementara untuk Kecamatan Tabanan yaitu di Subak Lanyah Wanasara, Desa Bongan, 37ha lahan yang sudah ditanam padi dikhawatirkan terdampak karena debit air mengecil. Terlebih tanaman padi sudah berusia 20 hari.
Sedangkan di Kecamatan Kerambitan, kekurangan air terjadi di Subak Samsaman, Desa Kukuh, seluas 27ha. Sawah di kawasan ini tidak mendapatkan aliran air. Subak Penatih, Desa Timpag, juga terdampak 14ha dan mulai mengalami penundaan tanam.