Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi anjing (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • BPS mencatat populasi anjing peliharaan Indonesia mencapai 3,4 juta ekor berdasarkan data unit usaha pertanian dalam sensus pertanian.
  • Sumatra Utara memimpin dengan 1.436.820 ekor, diikuti NTT 543.546 ekor, Bali 242.117 ekor, Sulawesi Selatan 236.923 ekor, dan Kalimantan Barat 113.532 ekor.
  • Anjing dipelihara sebagai penjaga, untuk adat, maupun dilepasliarkan; sementara perdagangan daging anjing masih diprotes dan regulasi spesifik baru dimiliki Kota Malang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Kamu yang memelihara anjing di rumah perlu membaca temuan data ini. Menurut Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI), populasi anjing peliharaan di Indonesia sebanyak 3,4 juta ekor. Data ini dihimpun dari unit usaha pertanian, khususnya sensus pertanian.

Lima provinsi tercatat sebagai wilayah dengan anjing peliharaan terbanyak pada 2025. Ranking pertama berada di Sumatra Utara (Sumut) dengan populasi anjing peliharaan sebanyak 1.436.820 ekor.

Ada sejumlah faktor kenapa anjing bisa sebanyak ini di Sumut. Anjing di sana berfungsi untuk menjaga hewan ternak dan kebun. Warga juga memelihara anjing di setiap rumah dengan cara lepas liar. Hal ini jadi pendorong populasi anjing meningkat saat musim kawin. Wilayah ini juga dikenal sebagai pengonsumsi daging anjing terbesar di Indonesia. Hal ini menuai kecaman keras dari organisasi perlindungan hewan. 

Posisi kedua ada Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jumlah 543.546 ekor anjing. Serupa dengan Sumut, NTT memperlakukan anjing sebagai hewan penjaga hingga untuk upacara adat. NTT juga dikenal sebagai wilayah yang menyajikan daging anjing sebagai hidangan makanan.

Praktik ini memicu protes keras dari kelompok pencinta hewan. Pembinaan telah dilakukan terhadap restoran di NTT yang masih menyajikan menu daging anjing, yaitu menghapus menu daging anjing. Sementara tempat penjagalan daging anjing dibina melalui penggantian unit usaha menjadi toko kelontong.

Bali berada di urutan ketiga jumlah anjing terbanyak se-Indonesia

Potret anjing berkeliaran di pantai, Bali (IDN Times/Dewi Suci)

Bergeser sedikit dari NTT, kita menuju Provinsi Bali yang berada di ranking ketiga populasi anjing terbanyak se-Indonesia. Tercatat ada 242.117 ekor populasi anjing di Pulau Dewata. Sebagai ilustrasi, dalam satu gang pemukiman warga Bali, setidaknya ada satu sampai empat kepala keluarga yang memelihara anjing dengan cara dilepasliarkan.

Fenomena ini mengakibatkan anjing tumbuh subur saat masa kawin. Di Bali juga pernah ada kasus rumah makan yang secara rahasia menjual daging anjing. Ketika kasus ini terungkap, baru ada hukum ada yang melarang penjualan daging anjing.

Urutan keempat populasi anjing terbanyak se-Indonesia ada di Sulawesi Selatan dengan 236.923 ekor. Kawasan ini dikenal sebagai pemasok daging anjing. Kalimantan Barat dengan populasi 113.532 ekor anjing berada di urutan kelima.

Meskipun praktik konsumsi daging anjing telah banyak diprotes warga dan aktivis hewan, masih ada wilayah yang tetap melakukannya. Belum ada regulasi di tingkat nasional yang melarang praktik jual beli daging anjing.

Sepanjang penelusuran IDN Times, baru Kota Malang, Jawa Timur, yang memiliki produk hukum spesifik membahas perdagangan daging anjing. Yaitu Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Pengendalian Peredaran dan Perdagangan Daging Anjing. Wilayah lain seperti Jakarta tengah mengagendakan regulasi terkait hal ini.

5 Provinsi Populasi Anjing Peliharaan Terbanyak, Bali Urutan Berapa?

Urutan

Nama Provinsi

Jumlah Anjing (Ekor)

1

Sumatra Utara

1.436.820

2

Nusa Tenggara Timur

543.546

3

Bali

242.117

4

Sulawesi Selatan

236.923

5

Kalimantan Barat

113.532

Sumber: Diolah dari BPS RI

Curated For You

Editorial Team

Related Article