Denpasar, IDN Times - Kamu yang memelihara anjing di rumah perlu membaca temuan data ini. Menurut Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI), populasi anjing peliharaan di Indonesia sebanyak 3,4 juta ekor. Data ini dihimpun dari unit usaha pertanian, khususnya sensus pertanian.
Lima provinsi tercatat sebagai wilayah dengan anjing peliharaan terbanyak pada 2025. Ranking pertama berada di Sumatra Utara (Sumut) dengan populasi anjing peliharaan sebanyak 1.436.820 ekor.
Ada sejumlah faktor kenapa anjing bisa sebanyak ini di Sumut. Anjing di sana berfungsi untuk menjaga hewan ternak dan kebun. Warga juga memelihara anjing di setiap rumah dengan cara lepas liar. Hal ini jadi pendorong populasi anjing meningkat saat musim kawin. Wilayah ini juga dikenal sebagai pengonsumsi daging anjing terbesar di Indonesia. Hal ini menuai kecaman keras dari organisasi perlindungan hewan.
Posisi kedua ada Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jumlah 543.546 ekor anjing. Serupa dengan Sumut, NTT memperlakukan anjing sebagai hewan penjaga hingga untuk upacara adat. NTT juga dikenal sebagai wilayah yang menyajikan daging anjing sebagai hidangan makanan.
Praktik ini memicu protes keras dari kelompok pencinta hewan. Pembinaan telah dilakukan terhadap restoran di NTT yang masih menyajikan menu daging anjing, yaitu menghapus menu daging anjing. Sementara tempat penjagalan daging anjing dibina melalui penggantian unit usaha menjadi toko kelontong.