33 Anak di Karangasem Terinfeksi Campak, 2 Wilayah Ditetapkan KLB

- Dinas Kesehatan berikan imunisasi tambahan di lokasi ditemukannya kasus CampakSebagai langkah penanganan, pemerintah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi tambahan.
- Dinas Kesehatan Karangasem gencarkan edukasi imunisasi lengkapSelain imunisasi, Dinas Kesehatan juga memperketat monitoring kasus setiap hari.
- Kadiskes Karangasem jelaskan gejala dan pengobatan CampakGejala campak umumnya diawali demam tinggi mendadak selama 4–7 hari, disertai batuk, pilek, mata merah, dan bercak putih di dalam mulut.
Karangasem, IDN Times- Kabupaten Karangasem masuk dalam 42 daerah di Indonesia yang melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.
Dinas Kesehatan setempat mencatat total 33 kasus, seluruhnya menyerang anak-anak usia 0–10 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, kasus campak ditemukan di Kelurahan Subagan, Kelurahan Karangasem, serta Desa Bungaya Kangin.
Dari jumlah tersebut, dua wilayah ditetapkan berstatus KLB.
“Di Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, tercatat 25 kasus dengan 8 positif. Sementara di Lingkungan Karangsokong terdapat 16 kasus dengan 7 positif,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Sisanya, 18 kasus positif tersebar di beberapa titik lain dalam tiga wilayah tersebut.
Menyusul temuan itu, Dinas Kesehatan segera menurunkan tim surveilans untuk melakukan investigasi epidemiologi, pendataan, serta pelacakan kontak erat pasien.
1. Dinas Kesehatan berikan imunisasi tambahan di lokasi temuan kasus campak

Sebagai langkah penanganan, pemerintah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi tambahan.
Program ini ditujukan bagi anak-anak serta kelompok rentan yang berada di sekitar lokasi temuan kasus.
Menurut Bagus Putra, cakupan imunisasi campak di Karangasem baru mencapai 55,5 persen dari target 95 persen.
Kondisi itu membuat masyarakat semakin rentan terhadap penularan.
“Upaya diharapkan bisa menutup celah kekebalan, sehingga wabah tidak meluas,” jelasnya.
2. Dinas Kesehatan Karangasem menggencarkan edukasi imunisasi lengkap

Selain imunisasi, Dinas Kesehatan juga memperketat monitoring kasus setiap hari.
Pasien dengan gejala ringan mendapat pengobatan sesuai standar, sementara yang bergejala berat dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.
Edukasi kepada masyarakat turut digencarkan, dengan melibatkan sekolah, desa, dan tokoh masyarakat.
"Edukasi, terutama pentingnya imunisasi lengkap sesuai jadwal yang terus kami tekankan," ungkap dia.
3. Kadiskes Karangasem menjelaskan gejala dan pengobatan campak

Gejala campak umumnya diawali demam tinggi mendadak selama 4–7 hari, disertai batuk, pilek, mata merah, dan bercak putih di dalam mulut. Ruam merah biasanya muncul pada hari ke-3 hingga ke-5 setelah demam, bermula dari wajah lalu menyebar ke tubuh.
“Tidak ada obat khusus untuk campak, pengobatan hanya suportif. Istirahat cukup, pemberian cairan, vitamin A, serta obat penurun panas sangat penting. Pasien dirujuk bila muncul komplikasi seperti pneumonia, diare berat, atau dehidrasi,” kata dr. Bagus Putra.
Hingga kini tren kasus campak di Karangasem mulai menurun, namun pemantauan ketat tetap dilakukan. Perkembangan situasi dilaporkan rutin ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kementerian Kesehatan RI.