Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
100 Warga Binaan Lapas Tabanan Ikuti Skrining HIV
Warga Binaan Lapas Tabanan Jalani Screening HIV , Jumat (16/10/2026) (Dok.IDN Times/Lapas Tabanan)
  • Lapas Kelas IIB Tabanan bersama Puskesmas Tabanan III menggelar VCT dan skrining HIV bagi 100 warga binaan pada 16 Oktober 2026.
  • Kegiatan dilakukan berkelanjutan untuk memantau kesehatan, mendeteksi dini penyakit menular, serta menentukan langkah tindak lanjut berdasarkan kondisi warga binaan.
  • Selain pemeriksaan, warga binaan menerima konseling dan edukasi tentang HIV serta penyakit menular agar memahami kondisi kesehatan dan menjaga diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 100 warga binaan menjalani voluntary counseling and testing berupa skrining HIV, disertai konseling dan edukasi mengenai penyakit menular.
  • Who?
    100 warga binaan Lapas Kelas IIB Tabanan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Lapas Tabanan bersama Puskesmas Tabanan III. Dokter Lapas Luh Putu Tresnadewi dan petugas puskesmas Gek Dewi turut memberikan layanan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali.
  • When?
    Skrining HIV dan konseling dilaksanakan pada Jumat, 16 Oktober 2026.
  • Why?
    Kegiatan dilakukan untuk memantau kesehatan warga binaan, mendukung deteksi dini penyakit menular, serta memberikan pengetahuan agar warga binaan dapat menjaga kesehatan diri.
  • How?
    Lapas Tabanan berkolaborasi dengan Puskesmas Tabanan III melalui VCT, pemeriksaan kondisi kesehatan, konseling, serta penyampaian informasi tentang HIV dan penyakit menular.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan, IDN Times - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan bekerja sama dengan Puskesmas Tabanan III melaksanakan voluntary counseling and testing (VCT) berupa skrining human immunodeficiency virus (HIV) bagi 100 Warga Binaan, Jumat (16/10/2026).

Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada deteksi dini, tetapi juga memberikan konseling dan edukasi sebagai bekal bagi warga binaan untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan.

1. Skrining HIV untuk pemantauan kesehatan warga binaan

Warga Binaan Lapas Tabanan Jalani Screening HIV , Jumat (16/10/2026) (Dok.IDN Times/Lapas Tabanan)

Tresnadewi melanjutkan, kegiatan skrining HIV ini merupakan bagian dari upaya pemantauan kesehatan warga binaan sekaligus mendukung deteksi dini penyakit menular.

“Kegiatan skrining bagi warga binaan kami lakukan secara kontinyu untuk memastikan warga binaan terbebas dari penyakit-penyakit menular. Dengan melaksanakan kegiatan ini tentunya dapat mengetahui kondisi kesehatan warga binaan serta langkah tindaklanjutnya,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

2. Warga binaan juga mendapatkan informasi mengenai penyakit menular

Warga Binaan Lapas Tabanan Jalani Screening HIV , Jumat (16/10/2026) (Dok.IDN Times/Lapas Tabanan)

Warga binaan juga mendapat informasi mengenai kesehatan dalam pelaksanaan VCT. Petugas Puskesmas Tabanan III, Gek Dewi, menekankan pentingnya pemberian informasi tersebut dalam pelaksanaan VCT.

“Mereka tidak hanya dites, tetapi juga kami berikan konseling serta informasi terkait penyakit-penyakit menular. Sehingga warga binaan memiliki pengetahuan, dan dapat ikut menjaga kesehatan diri mereka sendiri,” jelasnya.

3. Warga binaan mengetahui kondisi kesehatannya

Warga Binaan Lapas Tabanan Jalani Screening HIV , Jumat (16/10/2026) (Dok.IDN Times/Lapas Tabanan)

Warga binaan Lapas Tabanan, Wayan D, menjadi tahu kesehatannya. Ia merasa kegiatan ini bermanfaat untuknya.

“Saya berterima kasih karena pihak Lapas telah memfasilitasi kegiatan ini. Tidak hanya diberikan pertanyaan untuk mengetahui kondisi kesehatan, saya juga diberikan edukasi kesehatan yang sangat bermanfaat oleh petugas,” ungkapnya.

Kolaborasi Lapas Tabanan dan Puskesmas Tabanan III ini menempatkan pemeriksaan dan edukasi sebagai bagian yang saling melengkapi dalam pelayanan kesehatan. Pemahaman yang baik mengenai HIV diharapkan membantu warga binaan mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan diri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article