Daftar Rahinan Hindu September 2025, Saraswati Hingga Pagerwesi

Rahinan atau hari suci umat Hindu di Bali yang memuja kebesaran Ida Sang Hyang Widhi beserta manifestasinya. Umat Hindu Bali selalu merayakan rahinan ini setiap bulannya. Rahinan ada yang datang setiap 15 hari sekali, 30 hari sekali, 210 hari sekali, dan setahun sekali. Berikut ini daftar Rahinan Hindu September 2025 selengkapnya.
1. Tilem dan Purnama

Rahinan Tilem dan Purnama selalu dirayakan setiap bulan. Keduanya saling berhubungan. Menurut Lontar Sundarigama, Purnama atau bulan penuh adalah harinya Dewa Chandra Beryoga. Sedangkan Tilem atau bulan mati adalah harinya Dewa Surya beryoga.
Saat Purnama, umat Hindu menghaturkan sarana upacara seperti Daksina atau pejati, banten sodan, segehan, canang, dan beberapa sarana upacara lainnya. Berbeda dengan Rahinan Tilem, sarananya justru lebih sederhana seperti canang dan segehan. Sarana upacara tersebut disesuaikan dengan adat istiadat desa setempat.
Pada tahun ini, Purnama-nya merupakan Purnama Katiga (bulan ketiga dalam kalender Bali) yang dirayakan, pada Minggu (7/9/2025), Redite Paing, wuku Sinta. Tilem juga masuk pada sasih ketiga (bulan ketiga) yaitu Tilem Katiga yang dirayakan, pada Senin (22/9/2025), Soma Pain, wuku Ukir.
2. Hari Raya Saraswati, hari turunnya Ilmu Pengetahuan

Hari Raya Saraswati dikenal sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan. Pada hari ini, umat Hindu memuja Dewa Saraswati sebagai simbol ilmu pengetahuan. Rahinan Saraswati biasanya dirayakan 210 hari sekali atau setiap Sabtu Saniscara Umanis, wuku Watugunung. Rahinan Saraswati tahun ini jatuh, pada Sabtu (6/9/2025).
Umat Hindu melakukan persembahyangan untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati. Hal ini bertujuan agar umat mendapatkan berkah ilmu pengetahuan yang bermanfaat sepanjang hidupnya. Sarana upacara yang wajib ada adalah adalah banten Saraswati. Saat raihan Saraswati, instansi pendidikan seperti sekolah, universitas, dan sejenisnya melakukan piodalan (upacara) di pura yang ada di tempat tersebut.
3. Hari Banyupinaruh, umat Hindu melakukan prosesi melukat

Sehari setelah Hari Saraswati, umat Hindu akan merayakan Hari Banyupinaruh. Rahinan ini dilaksanakan 210 hari sekali, tepatnya setiap Minggu Redite Paing, wuku Sinta. Rahinan yang menjadi penanggalan pertama dalam kalender Bali ini dilaksanakan, Minggu (7/9/2025), sehari setelah Hari Raya Saraswati dan bertepatan dengan Rahinan Purnama.
Umat Hindu melakukan prosesi penyucian atau pembersihan diri secara lahir dan batin selama Banyupinaruh. Mereka akan mendatangi sumber air seperti pantai atau laut, sungai, mata air suci, dan sejenisnya. Prosesi penyucian diri ini bertujuan agar setiap umat bersih secara lahir batin, sehingga mampu menggunakan ilmu pengetahuan sebaik-baiknya.
4. Rahinan Soma Ribek, memuja kebesaran Dewi Sri

Pada Rahinan Soma Ribek, umat Hindu akan memuja kebesaran Dewi Sri. Dewi Sri dikenal sebagai simbol kemakmuran. Umat Hindu akan melaksanakan upacara di lumbung beras atau tempat penyimpanan beras di rumah masing-masing. Upacara ini bertujuan untuk menghaturkan terima kasih karena telah diberikan berkah berupa beras sebagai sumber pangan, dan memohon agar selalu berkelimpahan rezeki.
Soma Ribek dilaksanakan setiap 210 hari sekali, atau Senin Soma Pon, wuku Sinta. Jadi tahun ini, Rahinan Soma Ribek dilaksanakan, Senin (8/9/2025), sehari setelah Rahinan Banyupinaruh.
5. Hari Raya Pagerwesi

Hari Raya Pagerwesi jatuh setiap 210 hari sekali yaitu Rabu Budha Kliwon, wuku Sinta. Hari Raya ini masih satu rangkaian dengan pelaksanaan Hari Raya Saraswati. Hari Raya Pagerwesi tahun ini jatuh, pada Rabu (10/9/2025).
Umat Hindu memuliakan guru pada Hari Raya Pagerwesi. Guru dikatakan sebagai penuntun untuk mendapatkan dan menggunakan ilmu pengetahuan secara baik. Pada rahinan ini, umat Hindu memuja Sang Hyang Pramesti Guru sebagai gurunya alam semesta. Hari Raya Pagerwesi juga sebagai simbol pengingat agar umat selalu meneguhkan iman dan memagari diri dengan ilmu pengetahuan.
6. Tumpek Landep sebagai pemujaan kepada Sang Hyang Siwa Pasupati

Rahinan penting berikutnya pada September 2025 adalah Tumpek Landep, yaitu hari pemujaan kepad aDewa Siwa sebagai Sang Hyang Pasupati. Sang Hyang Pasupati merupakan simbol penguasa ketajaman pikiran rohani dan jasmani.
Makanya Rahinan Tumpek Landep identik dengan senjata tradisional seperti keris, tombak, pisau, dan lainnya. Senjata-senjata ini nantinya akan diberikan upacara pembersihan. Upacara ini sebagai simbol untuk menjaga dan merawat senjata tersebut.
Hari Tumpek Landep jatuh setiap 210 hari sekali. Tepatnya setiap Sabtu Saniscara Kliwon, wuku Landep. Rahinan Tumpek Landep tahun ini jatuh, pada Sabtu (20/9/2025).
7. Kajeng Kliwon

Kajeng Kliwon dikenal sebagai hari pertemuan Pancawara (Pon, Wage, Umanis, Paing, dan Kliwon) Kliwon dengan Triwara (Pasah, Beteng, dan Kajeng) Kajeng. Rahinan ini datangnya setiap 15 hari sekali. Umat Hindu menghaturkan sarana upacara seperti canang, tipat dampulan, dan segehan dengan tujuan agar terhindar dari gangguan-gangguan kekuatan negatif dan selalu mendapatkan perlindungan dari Tuhan. Umat Hindu di Bali biasanya menganggap Kajeng Kliwon sebagai rahinan atau hari keramat.
Terdapat dua Rahinan Kajeng Kliwon pada September 2025. Kajeng Kliwon pertama jatuh pada Senin (15/9/2025), Soma Kliwon, wuku Landep. Sedangkan Kajeng Kliwon kedua jatuh, pada Selasa (30/9/2025), Anggara Kliwon, wuku Kulantir.
Daftar rahinan Hindu September 2025 di atas berguna agar umat Hindu tidak lupa. Rahinan adalah pengingat umat agar tidak lupa akan kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya. Saat melakukan persembahyangan, umat Hindu memohon agar selalu mendapatkan perlindungan, berkah, dan kerahayuan.