Hari Baik Menurut Hindu Bali 18 November 2024

1. Baik untuk membuat awig-awig

Dauh ayu artinya baik untuk membuat awig-awig (peraturan-peraturan atau undang-undang), dan baik untuk membangun. Jiwa menganti merupakan hari yang baik untuk bercocok tanam dan memulai suatu usaha. Kala Kutila artinya baik untuk memulai pekerjaan yang menggunakan api.
2. Baik untuk membuat pintu gerbang

Kala ngadeg artinya baik untuk membuat pintu gerbang, tembok pekarangan, pagar, sangkar ayam (guwungan), mulai memelihara ayam kurungan, membuat empangan/bendungan.
Kala Tampak artinya tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan). Kaleburau merupakan hari yang tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa atau ngaben.
3. Tidak baik sebagai dewasa ayu

Purwanin dina artinya tidak baik sebagai dewasa ayu. Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya meliputi upacara wiwaha, mapendes, potong rambut, dan sebagainya. Pitra Yadnya seperti penguburan, ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya.
Sampar wangke artinya tidak baik untuk bersenggama, kalau dilanggar bisa melahirkan bayi yang penuh kesialan dan kemalangan. Pararasan: Laku Api, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Kinasihan Amerta, Pratiti: Jati.



















