Comscore Tracker

Selain KKN di Desa Penari, Ini 6 Film Horor Karya Sutradara Awi Suryadi

Film apa yang paling seram nih?

Sejak libur Lebaran, film bergenre horor KKN di Desa Penari sudah ditonton lebih dari 7 juta orang. Film ini disebut menjadi film horor Indonesia terlaris sepanjang masa.

Film yang diangkat dari cerita viral beberapa tahun lalu ini, disutradarai oleh Awi Suryadi. Sosok Awi Suryadi dikenal sebagai salah satu sutradara terbaik di Indonesia.

Awi Suryadi sudah memproduksi film sejak tahun 2005 yaitu film 'Gue Kapok Jatuh Cinta'. Selain KKN di Desa Penari, pria kelahiran 24 September 1977 ini juga memproduksi beberapa film horor yang tidak kalah seramnya. Berikut 6 film horor karya Awi Suryadi:

Baca Juga: Kisah Badarawuhi, Sang Penari Ular dalam Film KKN di Desa Penari 

1. Sumpah Pocong di Sekolah 

https://www.youtube.com/embed/vLAQVWsFCOc

Film yang dirilis tahun 2008 oleh Maxima Pictures ini bercerita tentang 3 orang sahabat, di antaranya Evan (Hardi Fadhillah), Ramon (Marcell Darwin), dan Dimas (Fandy Christian) yang menyewa seorang penari telanjang ke sekolah. Namun naas, keesokan harinya, semua warga sekolah heboh dengan video yang dibuat oleh ketiga sahabat tersebut.

Mereka bertiga akan dikeluarkan oleh Kepala Asrama yang bernama Rizal dan menyebabkan Ramon melakukan sumpah pocong. Prosesi sumpah pocong dihentikan oleh Kepala Sekolah, Sentot (Joshua Pandelaki).

Setelah kejadian tersebut, Ramon mulai dihantui oleh sosok hantu perempuan berwajah pucat. Kemudian hantu tersebut diketahui bernama Bunga, perempuan yang menghilang karena dihamili oleh Heru, ayah Ramon.

2. Pengantin Topeng 

https://www.youtube.com/embed/kWXG8f8gXH4

Film ini bercerita mengenai teror pembunuh misterius bertopeng wayang putih membawa senjata gunting rumput besar. Film ini dirilis pada tahun 2010 oleh Besinema. Kisah dimulai saat Alexa (Masayu Anastasia) dan Randy (Hardy Hartono) mengajak teman-teman dekatnya, Rosa (Adelia Rasya), Kinar (Lolita Putri), dan Billy (Gabriel Tabalujan) berlibur untuk menyambut hari pernikahan Alexa dan Randy.

Lokasi liburan yang mereka pilih adalah di Pantai Selatan Jawa Barat. Suatu malam mobil mereka mogok di suatu tempat yang jauh dari lokasi hotel tempat mereka menginap. Mereka terpaksa menginap di vila kosong tak jauh dari lokasi mereka. Di tempat inilah, mereka kemudian diteror oleh pembunuh yang menggunakan topeng wayang putih tersebut.

3. Sunyi 

https://www.youtube.com/embed/yJKjJoYGTu8

Film horor yang dibintangi oleh Amanda Rawles dan Angga Aldi Yunanda ini dirilis pada tahun 2019. Awi Suryadi mengadaptasi film horor asal Korea Selatan yang berjudul Whispering Corridors yang tayang pada tahun 1998.

Film ini adalah hasil kolaborasi antara Pichoiuse Films dengan Studio Invictus, Xing Xing, Mixx Entertainment dan CJ Entertainment, dan di Indonesia didistribusikan oleh MD Pictures. Film ini bercerita mengenai Alex (Angga Yunanda) yang memulai jenjang pendidikan di Sekolah Menangah Atas (SMA) dan memiliki teman baru bernama Maggie (Amanda Rawles). Alex sering menjadi korban perundungan saat di sekolah.

4. Badoet 

https://www.youtube.com/embed/uHlMl2RFL5M

Film Badoet dirilis pada tahun 2015 oleh DTFilms. Film ini bercerita mengenai tiga anak muda yang bernama Farel, Donald, dan Kayla yang menyelidiki misteri kematian 3 orang anak.

Ketiga orang anak tersebut dibunuh oleh sosok badut misterius yang akhirnya juga meneror Faerl, Donald, dan Kayla. Mereka kemudian dibantu oleh sosok anak indigo yang bernama Nikki. Mereka berempat berusaha melawan teror yang datang bertubi-tubi dari sosok badut misterius yang memiliki kekuatan jahat yang sangat kuat.

5. Film Trilogi Danur 

https://www.youtube.com/embed/YLU6Qfi0cDY

Film horor yang mengangkat nama Awi Suryadi adalah film Trilogi Danur. Film yang diproduksi oleh MD Pictures yang diangkat dari buku berjudul 'Gerbang Dialog Janur' karya Risa Saraswati ini menceritakan pengalaman Risa Saraswati yang juga merupakan anak indigo tentang kehidupannya dengan dunia gaib.

Film ini telah merilis tiga seri yaitu Danur: I Can See Ghost (2017), Danur 2: Maddah (2018), dan Danur 3: Sunyaruri (2019). Film berisi kisah-kisah seorang anak kecil yang bernama Risa yang memiliki kemampuan melihat makhluk gaib sejak kecil.

Ia sering merasa kesepian karena kesibukan pekerjaan orangtuanya sehingga ia memilih berteman dengan beberapa makhluk gaib. Setelah ia beranjak besar, ia kemudian harus berhadapan dengan beberapa sosok hantu yang meneror diri dan keluarganya di mana salah satu hantu bernama Asih. Film Danur rencananya akan memasuki seri keempat yang mengambil judul Senjakala di mana belum ada informasi terkait proses produksi dan tanggal rilisnya.

6. Asih 

https://www.youtube.com/embed/cqudLHta5rI

Film Asih ini adalah film yang masih berhubungan dengan film waralaba Danur. Film yang rilis tahun 2018 oleh perusahaan yang sama dengan film Danur ini bercerita tentang awal mula sosok hantu Asih yang meneror Risa di film Danur.

Asih ini diceritakan lahir dengan nama Kasih. Ia kembali ke kampung halamannya dalam keadaan hamil tanpa suami dari kota tempatnya merantau. Ia kemudian dikucilkan oleh penduduk kampung dan orangtuanya. Ia kemudian memilih untuk membunuh bayinya dan kemudian melakukan bunuh diri di sebuah pohon beringin besar.

Arwah Asih kemudian meneror orang-orang yang tinggal di sekitar pohon beringin besar tersebut. Arwah Asih berhasil diatasi oleh sosok orang sakti dengan menyuruh menancapkan sisir milik Asih ke pohon beringin tersebut. Di akhir film ini diceritakan sosok Risa pada film Danur mencabut sisir tersebut, sehingga membangkitkan kembali hantu Asih dalam film Danur.

Melihat beberapa film yang telah disutradari oleh Awi Suryadi ini, bisa dikata cukup beralasan kalau film KKN di Desa Penari mampu menjadi film horor terbaik sepanjang masa kalau dilihat dari segi jumlah penontonnya. Apakah kamu sudah pernah menonton semua film di atas?

ari budiadnyana Photo Community Writer ari budiadnyana

Menulis dengan senang hati

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya