Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Ragam Jukut Unik Khas Bali, Berasal dari Tumbuhan Liar
Desa Tenganan Pegringsingan. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Tradisi meramban di Bali masih lestari, masyarakat memanfaatkan tumbuhan liar sekitar untuk membuat berbagai jukut khas yang diwariskan turun-temurun.
  • Jukut Ononan, Rambanan, Buangit, dan Base Baas jadi contoh kuliner unik dari berbagai daerah Bali dengan bahan utama daun liar dan bumbu tradisional.
  • Setiap jukut memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari penggunaan daun papasan hingga bumbu blayag kental, mencerminkan kekayaan budaya kuliner lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pengenalan berbagai jenis jukut atau sayuran khas Bali yang dibuat dari tumbuhan liar dan masih dipertahankan dalam tradisi masyarakat di beberapa daerah di Pulau Bali.
  • Who?
    Masyarakat adat di Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem; warga Jembrana; serta penduduk Desa Sangsit dan Desa Tamblang di Kabupaten Buleleng yang menjaga tradisi kuliner ini.
  • Where?
    Kegiatan dan tradisi ini berlangsung di wilayah Bali Timur seperti Karangasem, serta Bali Barat dan Utara mencakup Jembrana dan Buleleng.
  • When?
    Tradisi memasak jukut dilakukan secara turun-temurun hingga saat ini, terutama pada momen upacara adat atau kegiatan kolektif masyarakat setempat.
  • Why?
    Masyarakat mempertahankan kebiasaan meramban tumbuhan liar sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur sekaligus pemanfaatan sumber pangan alami dari lingkungan sekitar.
  • How?
    Tumbuhan liar dikumpulkan dari kebun atau tepi sungai, kemudian diolah menjadi berbagai jenis jukut dengan bumbu khas seperti santan, basa genep, atau bumbu blayag sesuai daerah masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Karangasem, IDN Times - Nenek moyang masa lalu hidup dengan cara kolektif, bersama-sama mencari bahan makanan di tanah adat. Pengetahuan nenek moyang soal tumbuhan berkhasiat sudah diwariskan secara turun-temurun hingga kini. 

Beberapa wilayah di Bali masih mempertahankan tradisi meramban atau menghimpun tumbuhan sekitar untuk makanan sehari-hari. Kali ini IDN Times akan merangkum ragam jukut atau sayuran unik khas Bali yang berasal dari tumbuhan liar. Penasaran apa saja itu? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Jukut Ononan

Masyarakat Tenganan Pegringsingan tengah mencari bahan baku jukut ononan. (IDN Times/Yuko Utami)

Sisi Bali Timur tepatnya Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem ada jukut ononan. Jukut ini wajib ada setelah upacara besar di Tenganan Pegringsingan. Masyarakat adat yang tinggal dekat kebun akan mendapatkan tugas mencari dedaunan untuk bahan sayuran ini. 

Minimal ada 5 jenis daun yang bisa didapatkan di kebun atau tanah desa adat. Hampir seluruh daun yang dicari untuk jukut ononan adalah tumbuhan liar yang sengaja dibiarkan tumbuh oleh masyarakat sekitar. Daun yang wajib ada dalam sayuran ini adalah Daun Papasan. Sayuran ini diolah bersama sedikit santan dan daging babi sisa rentetan upacara sebelumnya.

2. Jukut Rambanan

instagram.com/dianarishanti

Masyarakat di Kabupaten Jembrana telah meramban sejak lama. Mereka akan mencari tumbuhan liar di tepi sungai maupun kebun. Tumbuhan liar ini tentunya dapat dimakan dan diolah menjadi jukut rambanan.

Sayur ini juga punya bumbu berwarna kuning dan basa genep (bumbu lengkap). Bedanya dengan ononan, jukut rambanan punya tekstur kuah kental karena saat memasaknya dicampurkan dengan beras. Ada beragam tumbuhan dalam sayuran ini yang mudah dicari keberadaannya, mulai dari kangkung, bayam, kacang panjang, kecambah, dan jantung pisang.

3. Jukut Buangit

Ketut Seringanis asal Banjar Tegal, Desa Sangsit salah satu penjual jukut buangit. (Dok. Pemkab Buleleng)

Kawasan Bali Utara, Kabupaten Buleleng gak ketinggalan dengan jukut buangit. Sayur ini terbuat dari daun tumbuhan buangit atau Cleome viscosa (Bunga Laba-Laba Asia), biasanya dikenal sebagai gulma yang tumbuh di iklim tropis dan subtropis.

Meskipun dikenal sebagai gulma, buangit tetap hidup menemani keseharian masyarakat Buleleng khususnya Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Sayur ini berkuah benih dan berisi cabai utuh, memberikan rasa segar. Daunnya punya rasa pahit khas yang unik.

4. Jukut Base Baas

Jukut base baas khas Desa Tamblang Buleleng. (Dok. Desa Tamblang)

Terakhir ada jukut base baas adalah kuliner khas Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Sayur ini hanya bisa dijumpai saat ada upacara yadnya di pura. Rasa jukut base baas gurih, pedas, dan segar dengan warna kuning khas bumbu blayag yang kental. Bumbu itu disiramkan di atas rebusan sayur mayur seperti daun ketela, timun, pare, dan kacang panjang. 

Meski terkenal di Desa Tamblang, belum ada informasi lebih dalam terkait asal-usul jukut ini. Tradisi ini telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Tamblang. Diwariskan dari generasi ke generasi, meski tanpa catatan sejarah yang jelas.

Editorial Team