Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Wisata Sejarah Kemerdekaan di Bali

Kota Denpasar
5 Wisata Sejarah Kemerdekaan di Bali
ilustrasi wisata di Bali (unsplash.com/Kharl Anthony Paica)
  • Bali menawarkan lima destinasi wisata sejarah kemerdekaan menjelang HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, tersebar di Denpasar, Klungkung, Tabanan, hingga Singaraja.
  • Monumen Bajra Sandhi, Lapangan Puputan Badung, dan Monumen Puputan Klungkung merekam perjuangan rakyat Bali melalui diorama, patung, relief, prasasti, serta simbol peristiwa bersejarah.
  • Taman Pujaan Bangsa Margarana mengenang puputan pasukan I Gusti Ngurah Rai pada 1946, sementara Museum Soenda Ketjil mengulas sejarah Singaraja dan Kepulauan Soenda Ketjil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata favorit dengan deretan pantai indah yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, Pulau Dewata gak hanya menawarkan wisata alam dan budaya. Bali juga menyimpan banyak tempat yang berkaitan dengan sejarah perjuangan serta perjalanan Bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, sejumlah tempat tersebut bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu libur sekaligus mengenal kembali sejarah perjuangan di Bali. Inilah lima ide wisata bertema kemerdekaan yang dapat kamu kunjungi.

  1. 1. Menyusuri sejarah perjuangan di Monumen Bajra Sandhi

    Monumen Bajra Sandhi (dok.pribadi/Natalia Indah)
    Monumen Bajra Sandhi (dok.pribadi/Natalia Indah)

    Monumen Perjuangan Rakyat Bali atau Bajra Sandhi merupakan monumen yang dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Bali. Tempat ini menyimpan serangkaian diorama yang menggambarkan heroisme masyarakat Bali dalam menegakkan kedaulatan serta ikut memperjuangkan berdirinya Republik Indonesia.

    Monumen ini memiliki 17 gerbang utama dan 8 pilar yang merepresentasikan tanggal 17 Agustus. Tinggi keseluruhan monumennya adalah 45 meter, sesuai tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, monumen ini dilengkapi dengan museum yang menyimpan 33 diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah Bali, termasuk masa perjuangan kemerdekaan.

    Lokasi: Jalan Raya Puputan Nomor 142, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar

    Jam operasional: pukul 08.00—17.00 Wita setiap Senin - Jumat, pukul 09.00—17.00 Wita setiap Sabtu, dan pukul 10.00—17.00 Wita setiap hari Minggu

    Harga tiket masuk: mulai dari Rp5.000 per orang

  2. 2. Jalan santai di Lapangan Puputan Badung

    salah satu diorama Monumen Puputan Badung (dok.pribadi/Natalia Indah)
    salah satu diorama Monumen Puputan Badung (dok.pribadi/Natalia Indah)

    Lapangan Puputan Badung atau Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung adalah ruang terbuka hijau di pusat Kota Denpasar yang berfungsi sebagai taman kota. Tempat ini memiliki kaitan erat dengan Perang Puputan Badung yang terjadi pada 20 September 1906 dan terdapat Monumen Puputan Badung sebagai pengingat perjuangan rakyat Badung.

    Kamu dapat bersantai, berolahraga, atau menikmati suasana kota sembari mengenal sejarahnya. Monumen tersebut dilengkapi dengan tiga patung pahlawan, relief, serta diorama logam kuningan yang menceritakan perlawanan rakyat melawan penjajah. Di sekitar kawasan ini terdapat pula Museum Bali dan Pura Jagatnatha yang bisa dikunjungi dalam satu perjalanan.

    Lokasi: Jalan Surapati, Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat, Kota Denpasar

    Jam operasional: setiap hari selama 24 jam

    Harga tiket masuk: gratis

  3. 3. Mengunjungi Monumen Puputan Klungkung

    kawasan sekitar Monumen Puputan Klungkung (instagram.com/klungkung_tourism)
    kawasan sekitar Monumen Puputan Klungkung (instagram.com/klungkung_tourism)

    Monumen Puputan Klungkung berupa taman kota dan tugu prasasti yang menjadi simbol perjuangan rakyat Klungkung melawan penjajah dalam peristiwa Puputan Klungkung pada 1908. Lokasinya pun berada di pusat kota Semarapura dan berdekatan dengan Kerta Gosa.

    Di dalam monumen, kamu dapat melihat kisah perjuangan rakyat Klungkung. Bentuk bangunannya menyimpan simbol angka terjadinya Puputan Klungkung, yaitu 28-4-1908. Lokasinya pun strategis di tengah kota dan cocok untuk wisata sejarah sekaligus mengunjungi kawasan heritage Semarapura.

    Lokasi: Jalan Untung Surapati, Central Semarapura, Kecamatan Klungkung, Klungkung

    Jam operasional: setiap Senin - Sabtu, pukul 10.00—17.00 Wita

    Harga tiket masuk: gratis

  4. 4. Napak tilas perjuangan di Taman Pujaan Bangsa Margarana

    suasana di Taman Pujaan Bangsa Margarana (instagram.com/tpb_margarana)
    suasana di Taman Pujaan Bangsa Margarana (instagram.com/tpb_margarana)

    Taman Pujaan Bangsa Margarana merupakan taman makam pahlawan dan monumen bersejarah di Desa Marga, Tabanan. Tempat ini didirikan untuk mengenang pertempuran habis-habisan atau puputan pasukannya Kolonel I Gusti Ngurah Rai melawan tentara Belanda pada 20 November 1946.

    Di dalamnya, terdapat Candi Pahlawan berupa tugu setinggi 17 meter berbentuk persegi lima yang melambangkan hari Kemerdekaan Indonesia. Lalu, Taman Bahagia berupa komplek makam para pejuang yang gugur dalam revolusi fisik di Bali. Selain itu, terdapat juga Museum Perjuangan yang menyimpan foto, senjata, serta perlengkapan perang masa lalu.

    Lokasi: Jalan Wisnu Marga, Kelaci, Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan

    Jam operasional: setiap hari, pukul 08.00—17.00 Wita

    Harga tiket masuk area taman: gratis

  5. 5. Belajar sejarah di Museum Soenda Ketjil

    suasana di dalam Museum Soenda Ketjil (instagram.com/museum_soenda_ketjil)
    suasana di dalam Museum Soenda Ketjil (instagram.com/museum_soenda_ketjil)

    Bergeser ke Bali Utara, Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Buleleng menawarkan sudut pandang yang berbeda tentang sejarah Indonesia. Museum ini berada di bekas kantor pabean Hindia Belanda yang koleksinya menceritakan perkembangan Kota Singaraja serta sejarah kawasan Buleleng. Pada masa awal kemerdekaan, Singaraja pernah menjadi ibu kota Kepulauan Soenda Ketjil yang mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

    Di kawasan Pelabuhan Buleleng juga terdapat jejak perjuangan rakyat dalam pertempuran melawan pasukan Hindia Belanda. Pada tahun 1987, dibangun Monumen Yudha Mandala Tama untuk mengenang peristiwa tersebut. Area ini cocok juga untuk wisata sejarah sekaligus menjelajahi kawasan heritage Singaraja.

    Lokasi: Jalan Pelabuhan Buleleng, Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, Buleleng

    Jam operasional: pukul 08.00—14.30 Wita setiap Senin - Kamis dan pukul 08.00—12.00 Wita setiap Jumat - Sabtu

    Harga tiket masuk: mulai dari Rp5.000 per orang

    Menghabiskan momen 17 Agustus dengan berwisata bisa menjadi kesempatan untuk mengenal kembali sejarah perjuangan di Bali. Mulai dari Denpasar, Klungkung, Tabanan, hingga Singaraja, kelima tempat di atas menjadi tempat menarik yang menyimpan cerita tentang perjuangan rakyat Bali. Dengan perjalanan bertema sejarah, bisa menjadi cara sederhana untuk memperingati kemerdekaan sekaligus mengenal daerah yang dikunjungi lebih dalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More