Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Desa Wisata Bali untuk Liburan Sehari yang Autentik

Kota Denpasar
5 Desa Wisata Bali untuk Liburan Sehari yang Autentik
ilustrasi suasana desa di Bali (unsplash.com/Krisna Yuda)
  • Lima desa wisata Bali bisa dikunjungi sehari untuk menikmati budaya, alam, kuliner lokal, dan kehidupan warga tanpa perlu menginap.
  • Desa Mas, Penglipuran, dan Tenganan Pegringsingan menonjolkan ukiran kayu, tata ruang tradisional, serta tradisi Bali Aga dengan kerajinan khas.
  • Pinge dan Carangsari menawarkan pengalaman pedesaan, aktivitas tradisi warga, sejarah I Gusti Ngurah Rai, hingga pilihan rafting dan melukat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pulau Bali memang identik dengan pantai, pura, dan deretan tempat wisata yang seolah tidak pernah habis untuk dijelajahi. Namun, jika ingin melihat sisi lain Pulau Dewata, sesekali cobalah mampir ke desa wisata. Suasana liburan yang terasa lebih pelan, serta jauh dari keramaian kota maupun kawasan wisata yang lebih terkenal.

Menariknya, kamu gak harus menginap untuk menikmati pengalaman di desa wisata. Beberapa desa wisata di Bali bisa dikunjungi dalam sehari, baik untuk menikmati pemandangan alam, melihat aktivitas warga lokal, maupun mencicipi kuliner lokal.

Kalau waktumu terbatas tetapi ingin merasakan suasana Bali yang lebih autentik, berikut rekomendasi lima desa wisata yang dapat dimasukkan ke dalam itinerary liburan sehari.

  1. 1. Desa Wisata Mas

    salah satu kerajinan kayu di Desa Mas (instagram.com/sayubartshop)
    salah satu kerajinan kayu di Desa Mas (instagram.com/sayubartshop)

    Desa seni di Kabupaten Gianyar ini sangat populer sebagai pusat kerajinan ukiran serta patung kayu tradisional sejak tahun 1930-an. Dikenal secara internasional sebagai Home of Wood Carvers, kamu dapat melihat langsung para seniman lokal memahat kayu bernilai seni tinggi.

    Selain melihat produk ukiran kayu, kamu juga bisa merasakan pengalaman belajar membuat seni pahat kayu. Suasana desanya pun masih alami dan bisa sekaligus menikmati jalan-jalan di sekitar persawahan hijau yang asri. Bahkan, terdapat beberapa museum di kawasan desa ini yang bisa dikunjungi sekaligus seperti Museum Njana Tilem dan Museum Pendet.

    Lokasi: Banjar Batanancak, Desa Mas, Kecamatan Ubud

    Jam operasional: setiap hari, sekitar pukul 08.00—17.00 Wita

    Harga tiket masuk desa: gratis

  2. 2. Desa Wisata Penglipuran

    suasana Desa Penglipuran (dok.pribadi/Natalia Indah)
    suasana Desa Penglipuran (dok.pribadi/Natalia Indah)

    Desa Wisata Penglipuran tentu sudah gak asing bagi wisatawan. Desa yang berada di Kabupaten Bangli ini dikenal dengan tata ruang tradisionalnya yang masih terjaga serta suasana yang asri dan rapi.

    Berjalan kaki menyusuri kawasan desa menjadi aktivitas menarik yang dilakukan. Selain menikmati arsitektur rumah tradisional Bali, kamu juga bisa melihat kehidupan masyarakat setempat hingga hutan bambu yang rimbun. Di samping itu, banyak warga yang menawarkan beragam kuliner serta produk khas Bali yang menarik untuk dijadikan buah tangan.

    Lokasi: Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli

    Jam operasional: setiap hari, pukul 08.00—18.30 Wita

    Harga tiket masuk: mulai dari Rp15 ribu per orang

  3. 3. Desa Wisata Tenganan Pegringsingan

    suasana Desa Tenganan Pegringsingan (dok.pribadi/Natalia Indah)
    suasana Desa Tenganan Pegringsingan (dok.pribadi/Natalia Indah)

    Ingin melihat sisi Bali yang sedikit berbeda? Desa Wisata Tenganan Pegringsingan bisa menjadi pilihan. Desa ini merupakan desa Bali Aga yang masih mempertahankan berbagai tradisi serta kebudayaan lokal.

    Kamu dapat menjelajah kawasan desa, melihat rumah-rumah tradisional, melihat Ayunan Jantra atau ayunan kayu tradisional berukuran raksasa, hingga mengenal kerajinan khas masyarakat setempat. Di sini, kamu bisa melihat dan berburu kain tenun gringsing, lukisan di atas daun lontar, dan produk kerajinan anyaman seperti tas atau dompet.

    Lokasi: Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem

    Jam operasional: setiap hari, pukul 07.00—18.00 Wita

    Harga tiket masuk: donasi sukarela

  4. 4. Desa Wisata Pinge

    area persawahan di Desa Pinge (instagram.com/pingevillagebali)
    area persawahan di Desa Pinge (instagram.com/pingevillagebali)

    Berada di Kabupaten Tabanan, Desa Wisata Pinge menawarkan suasana pedesaan Bali yang masih asri. Ini merupakan kawasan desa warisan budaya Bali Kuno yang berada di ketinggian 500mdpl (meter di atas permukaan laut). Persawahan, pepohonan hijau, dan kehidupan masyarakat menjadi bagian dari pengalaman yang bisa dinikmati sepuasnya.

    Aktivitas wisata utama di sini adalah benar-benar menikmati suasana pedesaan serta terlibat langsung dalam kehidupan maupun tradisi masyarakat lokal. Kamu bisa ikut serta membajak sawah menggunakan tenaga sapi bersama petani, bercocok tanam hingga menyimpan hasil panen di lumbung tradisional, memetik bunga yang biasa dipakai untuk sarana upacara, hingga menjelajahi area persawahan maupun perkebunan dengan udara sejuk.

    Di samping itu, kamu juga melihat dan belajar tarian tradisional Bali. Bahkan, terdapat kegiatan membuat kerajinan dan sarana upacara bersama pengrajin lokal.

    Lokasi: Pinge Baru, Kecamatan Marga

    Jam operasional: setiap hari, sekitar pukul 07.00—20.00 Wita

    Harga tiket masuk desa: gratis

  5. 5. Desa Wisata Carangsari

    monumen I Gusti Ngurah Rai Desa Carangsari (instagram.com/desa.carangsari)
    monumen I Gusti Ngurah Rai Desa Carangsari (instagram.com/desa.carangsari)

    Desa Wisata Carangsari merupakan destinasi budaya dan alam di Kecamatan Petang yang terkenal sebagai tempat kelahiran pahlawan nasional, I Gusti Ngurah Rai. Desa ini menawarkan beragam atraksi yang menggabungkan unsur budaya, sejarah, dan alam.

    Kamu bisa menikmati suasana desa dengan berjalan santai, melihat Puri Agung Carangsari yang menyimpan peninggalan arsitektur Bali kuno, mengunjungi monumen I Gusti Ngurah Rai, rafting di Sungai Ayung, hingga melukat di Taman Beji Samuan. Menariknya lagi, desa ini punya beragam produk kerajinan tangan dan makanan tradisional khas Bali yang bisa dicicipi.

    Lokasi: Kecamatan Petang, Kabupaten Badung

    Jam operasional: setiap hari, sekitar pukul 08.00—18.00 Wita

    Harga tiket masuk desa: gratis

    Kamu gak perlu menunggu punya banyak waktu untuk menikmati sisi lain Pulau Dewata. Dengan memilih salah satu desa wisata di atas yang bisa dijangkau dalam sehari, kamu tetap bisa mengenal budaya, menikmati suasana pedesaan, serta melihat kehidupan masyarakat lokal. Jadi, kalau sedang menyusun itinerary berikutnya, kelima desa wisata di atas bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi perjalanan yang lebih santai dan berkesan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More