Layanan Sleeper Bus, Dukung Self-Healing Individu Saat Perjalanan Jauh

Denpasar, IDN Times – Pernahkah kamu menempuh perjalanan jauh menggunakan tranportasi publik? Misalnya bus. Waktu tempuh dan kenyamanan tempat duduk memberikan pengaruh kepada kondisi kita bukan?
Nah, seiring dengan perkembangan transportasi saat ini, peningkatan layanan kursi penumpang juga semakin di-update. Salah satunya dalam bentuk sleeper seat yang dilengkapi berbagai fitur dan fasilitas untuk mendukung kenyamanan perjalanan jauh.
Layanan ini semakin banyak diminati masyarakat karena beberapa manfaatnya. Lalu bagaimana efek kesehatan sleeper seat pada bus terhadap kondisi penumpang?
Psikolog di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar bernama Retno IG Kusuma mengungkap, bus seperti itu merupakan salah satu cara self-healing loh. Ya, perjalanan dengan sleeper bus dapat menghilangkan berbagai tekanan yang dialaminya dalam hidup.
1.Penumpang butuh kenyamanan saat perjalanan jauh

Salah satu warga asal Denpasar, Ahmad Yusuf (28), mengatakan bahwa harga tiket antara bus biasa dan sleeper bus tidak jauh berbeda. Alasan lain dia memilih sleeper bus karena dia menawarkan kenyamanan kepada penumpang, apalagi saat perjalanan malam hari.
“Dengan bus yang sleeper, tidurnya jadi lebih nyaman. Karena perjalanan Bali-Jawa itu kan jauh. Jadi biasanya capek di perjalanan kalau bus biasa,” ungkapnya.
Selain itu, menurut dia, penumpang memiliki privasi dalam setiap kabinnya. Desainnya yang menarik juga mendukung untuk kebutuhan swafoto.
sementara itu pemilik PO Juragan 99 Trans, Gilang Widya Pramana, mengatakan bahwa perusahaannya menghadirkan inovasi sleeper bus ini sejak pandemik COVID-19 berlangsung. Experience sleeper bus ini diyakini membuat penumpang tidak akan merasakan capek dalam menempuh perjalanan 8-10 jam atau lebih.
“Kami hadir sleeper ini karena adanya pandemik. Harapannya bisa menjadi alternatif selain pesawat,” ungkapnya.
2. Jenis bus ini biasanya dilengkapi dengan layanan berteknologi lainnya

Pada moda transportasi yang menawarkan sleeper seat ini, biasanya juga didukung dengan berbagai fasilitas canggih lainnya, antara lain: reclining and relaxing seat, dispenser hot and cold, masker, earphone, smart TV, CCTV, air purifier, private cabin, toilet and smooking area.
Lalu bagaimana untuk biayanya? Bus dengan layanan ini bertarif sesuai kelasnya masing-masing, namun rata-rata membidik kelas menengah ke atas. Misalnya saja trayek Bali-Malang, dan sebaliknya harga tiket antara Rp380 ribu hingga Rp480 ribu sekali perjalanan.
Tawaran layanan ini ternyata banyak diminati calon penumpang, misalnya rute Bali-Malang maupun sebaliknya. Tiket perjalanan bus sleeper ini sudah ludes hingga H+7 tahun baru, mereka dari beragam kalangan hingga turis asing.
3.Layanan sleeper seat berpengaruh untuk self-healing

Layanan bus jenis ini ternyata memiliki dampak kepada kesehatan loh, jika dibandingkan dengan tempat duduk bus biasa. Hal ini diungkapkan oleh psikolog di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, Retno IG Kusuma.
Dia menilai, kebutuhan untuk self-healing individu saat ini semakin tinggi karena mereka dihadapkan berbagai tekanan pekerjaan dan hidup yang semakin menantang.
Diprediksi ada beberapa kemungkinan yang menjadi kebutuhan individu untuk self-healing, antara lain ingin mencari sensasi atau pengalaman agar bisa mengekspresikannya melalui media sosial, dengan tujuan agar viral atau punya jejak digital.
Kemudian, orang juga ingin mempunyai banyak waktu untuk self-love, berdialog dengan diri sendiri, meditasi, introspeksi diri secara mendalam, membangun impian atau membuat rencana ke depan tanpa gangguan. Serta menikmati kenyamanan, dan kualitas tidur cukup.
“Tidur yang berkualitas terbukti dapat menguatkan sistem kekebalan, dan menurunkan produksi hormon stres, seperti norepinefrin dan epinefrin,” ungkapnya.



















