Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Daya Tarik Kemenuh Monkey River, Ada Kera Albino dan Melukat
Kemenuh Monkey River (dok.pribadi/Natalia Indah)
  • Kemenuh Monkey River di Desa Kemenuh, Gianyar, memadukan alam, satwa, dan budaya Bali melalui pengelolaan berlandaskan Tri Hita Karana, konservasi lingkungan, serta keterlibatan masyarakat dan desa adat.
  • Destinasi ini merawat kera albino sebagai ikon konservasi; satwa tersebut masih kecil dan dikandang agar tidak diserang kelompok kera ekor panjang lain sebelum dilepas saat dewasa.
  • Pengunjung dapat menikmati Tukad Petanu, interaksi dengan kera yang dikelola melalui penyediaan makanan dan air, serta melukat di area pura bermata air alami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemenuh Monkey River menawarkan wisata alam, konservasi kera, tradisi melukat, pura, dan aliran Tukad Petanu, termasuk keberadaan kera albino sebagai ikon kawasan.
  • Who?
    Desa Adat Kemenuh, masyarakat lokal, tim Kemenuh Monkey River, serta kera ekor panjang dan seekor kera albino terlibat dalam aktivitas kawasan ini.
  • Where?
    Kemenuh Monkey River berada di Desa Kemenuh, Kabupaten Gianyar, Bali, di kawasan hutan dan aliran Tukad Petanu.
  • When?
    Kawasan ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 Wita. Keterangan pengelolaan disampaikan pada Jumat, 18 September 2026.
  • Why?
    Pengelolaan kawasan menerapkan Tri Hita Karana untuk menjaga keharmonisan manusia, alam, dan nilai keagamaan, sekaligus mendukung konservasi serta keterlibatan masyarakat lokal.
  • How?
    Pengelola menyediakan pakan, air, dan kolam bagi kera, merawat kera albino dalam kandang, menjaga pura serta area melukat, dan memakai papan petunjuk dari bahan daur ulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Suara air mengalir dari sela pepohonan, sementara Kera Ekor Panjang sesekali muncul dari balik rimbunnya hutan. Suasana seperti ini bisa ditemui di Kemenuh Monkey River, Desa Kemenuh, Kabupaten Gianyar. Sebuah destinasi wisata yang mempertemukan alam, satwa, dan budaya Bali dalam satu kawasan.

Tempat ini tidak hanya menawarkan pengalaman melihat kera di lingkungan alami. Beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 Wita, Kemenuh Monkey River juga membawa konsep wisata yang berkaitan dengan nilai lokal. Buat kamu yang tertarik untuk berkunjung, berikut lima daya tarik yang membuat destinasi ini menarik untuk dijelajahi.

1. Penerapan Tri Hita Karana dalam pengelolaan wisata

suasana di area Kemenuh Monkey River (dok.pribadi/Natalia Indah)

Satu hal yang membuat Kemenuh Monkey River menarik adalah upayanya membawa filosofi Tri Hita Karana ke dalam pengelolaan kawasan. Filosofi yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan ini menjadi bagian dari konsep pariwisata hijau yang diterapkan di sini.

Pengembangan destinasi ini berkaitan dengan konservasi lingkungan, partisipasi masyarakat, serta pelestarian kearifan lokal. Di sini, terdapat tempat suci seperti beberapa pura dan keberadaan area pemandian untuk melukat yang dijaga dengan baik. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat lokal dan Desa Adat Kemenuh pun turut dalam pengelolaannya.

Bahkan, terdapat papan petunjuk arah yang terbuat dari material hasil daur ulang kemasan plastik yang bekerja sama dengan Bali Waste Cycle. Papan petunjuk ini menjadi contoh sederhana bagaimana benda yang dibutuhkan dalam sebuah destinasi tetap bisa dibuat dengan mempertimbangkan aspek lingkungan.

Ida Bagus Putu Alit, Pimpinan Desa Adat Kemenuh, mengatakan pihaknya ingin tetap menjaga alam dengan baik bersama warga di dalamnya. Keindahan alam di sini adalah milik bersama dan rohnya telah memberikan kedamaian hidup hingga saat ini.

“Konsep Tri Hita Karana terus kami terapkan dalam kehidupan kami sehari-hari. Sehingga, kami tidak boleh bilang sebuah destinasi itu untuk komersil saja, karena destinasi ini adalah bagian dari kehidupan orang Bali. Kami telah melihat potensi dan keindahannya sehingga kami perlu menjaganya dengan baik karena alam telah memberikan nikmat dalam hidup dan kita tidak akan kekurangan apapun dalam hidup ini. Dalam menjaga desa maupun destinasi ini pun Tri Hita Karana menjadi pedoman agar kita semua bisa hidup harmonis satu sama lain,” jelasnya saat bertemu beberapa media di Kemenuh Monkey River pada Jumat lalu, 18 September 2026.

2. Ada kera albino yang jadi daya tarik unik

kera albino di Kemenuh Monkey River (dok.pribadi/Natalia Indah)

Kalau biasanya pengunjung datang untuk melihat Kera Ekor Panjang, ada satu penghuni yang membuat Kemenuh Monkey River semakin menarik, yakni kera berwarna putih atau albino. Kera putih ini menjadi ikon tempat ini dan bagian dari upaya konservasi.

Ida Bagus Bhaskara, Tim Kemenuh Monkey River, mengatakan kera putih tersebut masih satu spesies dengan Kera Ekor Panjang. Keberadaannya di kawasan ini sudah ada dari dulu, dan kini dirawat serta dijaga dengan baik.

“Kera ini masih kecil dan kami rawat di dalam kandang terlebih dahulu. Kalau kami lepaskan, dia akan diserang dengan kelompok lainnya karena berbeda warna. Nantinya akan kami lepaskan jika sudah dewasa. Kera ini juga kami anggap sebagai simbol yang berkaitan dengan Hanuman dalam cerita Ramayana,” ungkapnya.

3. Bisa melukat di tengah suasana alam

tempat melukat di Kemenuh Monkey River (dok.pribadi/Natalia Indah)

Kemenuh Monkey River juga menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan sisi spiritual Bali. Di kawasan ini terdapat lokasi yang digunakan untuk proses melukat atau penyucian diri dalam tradisi Hindu Bali. Melukat dilakukan dalam suasana alam yang dikelilingi pepohonan serta aliran air jernih.

Kawasan Kemenuh Monkey River juga punya tiga tempat suci atau pura. Beberapa pura dijaga dan sering digunakan untuk berbagai upacara keagamaan oleh masyarakat setempat. Satu pura tersebut memiliki mata air alami yang airnya sering digunakan oleh warga setempat untuk keperluan upacara keagamaan maupun untuk ritual melukat.

4. Kera di sini dikenal lebih bersahabat

salah satu kera di Kemenuh Monkey River (dok.pribadi/Natalia Indah)

Pertemuan dengan kera menjadi bagian utama dari pengalaman di Kemenuh Monkey River. Berbeda dengan bayangan sebagian orang tentang interaksi dengan satwa liar, kera-kera di sini cenderung lebih bersahabat serta tidak agresif.

Ida Bagus Bhatara menambahkan, semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan Kemenuh Monkey River pun mempelajari tentang hewan, terutama Kera Ekor Panjang, bersama komunitas yang berkaitan dengan hal tersebut.

“Kami sediakan makanan yang cukup bagi mereka dan kami latih untuk barter dengan makanannya agar tidak mengambil barang-barang lainnya. Selain itu, di sini banyak air atau kolam untuk mandi maupun minum bagi mereka. Hal ini yang membuat kera-kera di sini lebih tenang dan jinak karena banyak tempat pemandian dengan makanan yang selalu cukup bagi mereka,” terangnya.

5. Ada aliran Tukad Petanu yang menambah kesejukan

Tukad Petanu di tepi kawasan Kemenuh Monkey River (dok.pribadi/Natalia Indah)

Daya tarik lain yang membuat Kemenuh Monkey River terasa berbeda adalah keberadaan Tukad Petanu. Aliran sungai ini menjadi bagian penting dari lanskap kawasan dan berpadu dengan pepohonan hijau serta habitat kera.

Setiap pengunjung yang datang bisa berjalan santai di tepi sungai sambil menikmati suasana sejuk dan udara menyegarkan. Pengalaman wisata ini akan membuat siapa pun terasa lebih dekat dengan alam. Bahkan, setiap pengunjung maupun warga lokal bisa bermain air dan merasakan kesegarannya langsung saat arus tidak deras.

Kemenuh Monkey River menawarkan pengalaman yang cukup beragam dalam satu kawasan. Mulai dari melihat kera ekor panjang dan kera putih, menikmati lanskap Tukad Petanu, mengenal penerapan Tri Hita Karana, hingga menyaksikan sisi spiritual Bali melalui tradisi melukat. Perpaduan alam, satwa, dan budaya inilah yang membuat Kemenuh Monkey River menarik untuk dimasukkan dalam daftar destinasi saat menjelajahi Bali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article