Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wayan Koster Minta Jatah Rp5 Triliun untuk Infrastruktur Bali ke AHY
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono, bersama kementerian lain dan Gubernur Bali, I Wayan Koster. (IDN Times/Ayu Afria)
  • Gubernur Bali I Wayan Koster meminta alokasi Rp5 triliun dari devisa pariwisata kepada Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono untuk memperkuat pembangunan infrastruktur di Bali.
  • Koster menilai permintaan tersebut wajar karena Bali menyumbang sekitar 55 persen devisa nasional dari sektor pariwisata namun masih tertinggal dalam hal infrastruktur.
  • Ia meyakinkan AHY bahwa dana Rp5 triliun per tahun akan menjadi investasi strategis yang cepat balik modal dan mampu meningkatkan daya saing pariwisata Bali secara berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur Bali, I Wayan Koster, meminta alokasi Rp5 triliun dari devisa pariwisata nasional untuk pembangunan infrastruktur di Bali.
  • Who?
    I Wayan Koster menyampaikan permintaan tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026.
  • Why?
    Koster menilai Bali menyumbang 55 persen devisa pariwisata nasional namun masih tertinggal dalam infrastruktur yang penting untuk daya saing pariwisata.
  • How?
    Koster mengusulkan agar Rp5 triliun dialokasikan setiap tahun sebagai investasi infrastruktur yang diyakini dapat memberikan pengembalian ekonomi cepat bagi Bali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Gubernur Bali, I Wayan Koster, meminta jatah Rp5 triliun dari total devisa pariwisata kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal tersebut disampaikan dalam acara Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Senin (20/7/2026).

Menurut Koster, permintaan jatah devisa tersebut bukan tanpa alasan. Bali menyumbang 55 persen devisa dari pariwisata. Jika permasalahan infrastruktur pariwisata ini terus berlanjut, pariwisata Bali tidak percaya diri bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam karena ketertinggalan.

Ia mengakui Bali memiliki masalah utama pada infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas daya saing kepariwisataan Bali. Hal ini dibutuhkan supaya pariwisata Bali betul-betul naik kelas dan berkelanjutan.

"Jadi, kami hitung-hitungan, Bapak. Eh, kalau devisa pariwisata itu 176 persen, itu gak usahlah 10 persennya. Itu 5 persen saja. Lima triliun dialokasikan kembali untuk infrastruktur. Saya kira itu Bali gak lama selesai masalahnya, Pak. Jadi Rp5 triliun. Rp5 triliun tiap tahun, barang empat kali selesai masalah infrastruktur di Bali, dan memang semestinya begitu menurut saya, Pak, supaya adil," jelasnya.

Untuk menyakinkan AHY, Koster menyarankan agar jatah Tp5 triliun tersebut dianggap saja sebagai investasi infrastruktur. Selain itu, AHY diyakinkan bahwa investasi ini akan balik modal cepat dengan potensi perputaran ekonomi Bali.

"Saya yakin Pak, itu balik modalnya cepat, Pak," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article