Denpasar, IDN Times - Gubernur Bali, I Wayan Koster, meminta jatah Rp5 triliun dari total devisa pariwisata kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal tersebut disampaikan dalam acara Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Senin (20/7/2026).
Menurut Koster, permintaan jatah devisa tersebut bukan tanpa alasan. Bali menyumbang 55 persen devisa dari pariwisata. Jika permasalahan infrastruktur pariwisata ini terus berlanjut, pariwisata Bali tidak percaya diri bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam karena ketertinggalan.
Ia mengakui Bali memiliki masalah utama pada infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas daya saing kepariwisataan Bali. Hal ini dibutuhkan supaya pariwisata Bali betul-betul naik kelas dan berkelanjutan.
"Jadi, kami hitung-hitungan, Bapak. Eh, kalau devisa pariwisata itu 176 persen, itu gak usahlah 10 persennya. Itu 5 persen saja. Lima triliun dialokasikan kembali untuk infrastruktur. Saya kira itu Bali gak lama selesai masalahnya, Pak. Jadi Rp5 triliun. Rp5 triliun tiap tahun, barang empat kali selesai masalah infrastruktur di Bali, dan memang semestinya begitu menurut saya, Pak, supaya adil," jelasnya.
Untuk menyakinkan AHY, Koster menyarankan agar jatah Tp5 triliun tersebut dianggap saja sebagai investasi infrastruktur. Selain itu, AHY diyakinkan bahwa investasi ini akan balik modal cepat dengan potensi perputaran ekonomi Bali.
"Saya yakin Pak, itu balik modalnya cepat, Pak," katanya.
