Setengah Pengangguran di Bali Naik 22 Ribu Orang

- BPS Bali mencatat tingkat setengah pengangguran pada Agustus 2026 mencapai 3,62 persen, naik 0,82 poin persentase dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 2,80 persen.
- Jumlah pekerja setengah pengangguran tercatat 97.710 orang, bertambah 22.050 orang secara tahunan dan melampaui jumlah pengangguran terbuka Bali yang mencapai 38.890 orang.
- Setengah pengangguran meningkat pada laki-laki menjadi 3,81 persen dan perempuan 3,39 persen; kelompok ini bekerja kurang dari 35 jam per minggu serta mencari atau bersedia menerima pekerjaan lain.
Denpasar, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat tingkat setengah pengangguran di Pulau Dewata naik pada Agustus 2026. Kenaikannya mencapai 3,62 persen berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Angka tersebut naik 0,82 persen poin dibandingkan Agustus 2025 sebesar 2,8 persen.
Artinya, dari 100 penduduk yang bekerja, sekitar tiga sampai empat orang masuk kategori setengah pengangguran.
Sementara, jumlah pengangguran di Bali tiga tahun terakhir berturut-turut adalah 38.890 orang pada Agustus 2026, 40.990 orang pada Agustus 2025, dan 48.680 orang pada Agustus 2024.
Arti setengah pengangguran dan pengangguran

ilustrasi kantor perusahaan (pexels.com/Ricky Esquivel) Menurut BPS, setengah pengangguran adalah penduduk yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu, tetapi masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain.
Kelompok ini berbeda dari pekerja paruh waktu. Mereka juga bekerja kurang dari 35 jam, tetapi tidak mencari atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain.
BPS juga mendefinisikan pengangguran adalah mereka berusia 15 tahun ke atas yang terbagi menjadi empat kelompok. Yaitu tidak bekerja tapi sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, sudah diterima bekerja atau sudah siap berusaha tetapi belum mulai bekerja atau berusaha; merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (putus asa).
Jumlah penduduk setengah pengangguran bertambah 22 ribu orang

ilustrasi kantor (pexels.com/Christina Morillo) Jumlah pekerja setengah pengangguran di Bali pada Agustus 2026 tercatat 97.710 ribu orang. Angkanya naik 22.050 orang dari Agustus 2025. Dibandingkan Agustus 2024, jumlahnya naik 35.130 orang. Persentasenya terus naik dalam tiga tahun terakhir. Dari 2,35 persen pada 2024 ke 2,80 persen pada 2025, dan 3,62 persen pada 2026.
Jumlah setengah pengangguran ini juga melampaui jumlah pengangguran terbuka di Bali yang sebesar 38.890 orang.
Naik pada laki-laki maupun perempuan
Tingkat setengah pengangguran di Bali berdasarkan jenis kelamin
Sumber: Berita Resmi Statistik Nomor 71/11/51/Th. XX, 5 November 2026 Indikator
Agustus 2024
Agustus 2025
Agustus 2026
Laki-laki (%)
2,33
3,03
3,81
Perempuan (%)
2,37
2,53
3,39
Menurut jenis kelamin, tingkat setengah pengangguran laki-laki tercatat 3,81 persen. Sedangkan perempuan 3,39 persen. Dibandingkan Agustus 2025, tingkat pada laki-laki naik 0,78 persen poin dan pada perempuan naik 0,86 persen poin.
Data ini menunjukkan sebagian pekerja di Bali masih belum memperoleh jam kerja yang diinginkan. BPS menyebut tingkat setengah pengangguran sebagai indikator kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.
Data Setengah Pengangguran dan Paruh Waktu
Sumber: Berita Resmi Statistik Nomor 71/11/51/Th. XX, 5 November 2026 Indikator
Agustus 2024
Agustus 2025
Agustus 2026
Setengah pengangguran (ribu orang)
62.580
75.660
97.710
Tingkat setengah pengangguran (%)
2,35
2,80
3,62
Pekerja paruh waktu (orang)
617.610
653.250
532.440
Tingkat pekerja paruh waktu (%)
23,17
24,18
19,72

















