Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

24 Daerah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat dan Petir Hingga Awal Maret

IDN Times/Sukma Shakti

Denpasar, IDN Times - Potensi cuaca ekstrem masih terjadi hingga periode awal Maret mendatang. Deputi Bidang Meteorologi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), R Mulyono R Prabowo, menyampaikan bahwa analisis dinamika atmosfer terkini, menunjukkan pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) masih cukup aktif berpengaruh pada pembentukan potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia. Berikut prakiraan hujan lebat disertai petir secara kontinyu menurut BMKG:

1.Curah hujan dengan intensitas lebat secara kontinyu disertai kilat atau petir diprakirakan akan mengguyur 24 wilayah di Indonesia hingga dua hari ke depan. Bali termasuk lho

IDN Times/Sukma Shakti

Prakiraan BMKG bahwa hingga Jumat (28/2) mendatang, hujan lebat disertai petir berpotensi terjadi di 24 wilayah Indonesia. Di antaranya Bali, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Papua Barat dan Papua.

2. Sebanyak 28 wilayah Indonesia diprakirakan mengalami hujan lebat hingga 2 Maret mendatang

Pexels.com/Philippe Donn

Hujan lebat disertai petir tersebut juga akan berlangsung di 28 wilayah Indonesia dalam rentang 29 Februari hingga 2 Maret 2020.

Beberapa wilayah berpotensi terdampak di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi,  Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

3.Mulai dari siklon tropis Ferdinand hingga labilitas udara menjadi penyebab tingginya curah hujan

Dok.IDN Times/istimewa

Mulyono menegaskan, badai tropis Ferdinand yang mulai terdeteksi pada Senin (24/2) di Samudera Hindia Selatan NTB serta sirkulasi angin di wilayah Samudera Hindia Barat Daya Banten, menyebabkan pembentukan pola pertemuan massa udara yang memanjang di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Belokan angin pun terbentuk di sekitar wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Maluku.

Ditambah dengan labilitas udara yang cukup kuat di beberapa wilayah, berkontribusi meningkatkan konvektivitas skala lokal terutama di Pesisir Barat Sumatera, Aceh, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua.

“Kami imbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampaknya. Banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” imbaunya.

Share
Topics
Editorial Team
Ayu Afria Ulita Ermalia
Irma Yudistirani
Ayu Afria Ulita Ermalia
EditorAyu Afria Ulita Ermalia
Follow Us