Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Postingan ini viral, Polresta Denpasar Selidiki Antrean Pertamax di Jimbaran
Screenshot keluhan masyarakat (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Polresta Denpasar menyelidiki keluhan layanan SPBU di Jimbaran setelah video antrean panjang viral akibat pengisian Pertamax dalam jumlah besar menggunakan 30 jeriken.
  • Pihak SPBU menjelaskan pembelian Pertamax dilakukan sesuai prosedur karena termasuk BBM non-subsidi dan akan digunakan untuk operasional watersport di kawasan Tanjung Benoa.
  • Kepolisian telah memeriksa saksi, mengamankan rekaman CCTV, serta menegaskan penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam transaksi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Badung, IDN Times - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi terkait layanan di SPBU 54.803.07 Taman Griya, Jalan Bypass Ngurah Rai, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan pada Selasa lalu, 30 Juni 2026 sekitar pukul 19.00 Wita.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menyampaikan serangkaian penyelidikan selain mendatangi lokasi kejadian, memeriksa sejumlah saksi, juga mengamankan rekaman CCTV untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

"Dari hasil pemeriksaan awal terhadap salah satu saksi, kejadian tersebut memang terjadi pengisian BBM jenis Pertamax ke dalam sekitar 30 jerigen yang dibawa mobil APV DK 1592 JH. Pengisian dilakukan oleh petugas SPBU sesuai prosedur yang berlaku," jelasnya, Kamis (2/7/2026).

1. Masyarakat mengeluh antrean mencapai 20 meter

SPBU 54.803.07 Taman Griya, di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kelurahan Jimbaran, (Dok.Polresta Denpasar)

Dalam video yang viral menunjukkan keluhan masyarakat yang antre lama untuk membeli Pertamax karena petugas SPBU sedang melayani pengisian BBM jenis Pertamax dengan jumlah besar menggunakan jeriken sebanyak 30 buah.

Situasi tersebut membuat antrean panjang hingga 20 meter. Masyarakat juga mengeluhkan saat pengisian tersebut, sebuah mobil Suzuki APV berwarna silver dijaga oleh 4 pegawai sehingga terkesan eksklusif.

2. BBM dalam jeriken akan digunakan untuk kegiatan watersport

salah satu permainan di Tanjung Benoa (instagram.com/tanjungbenoawatersport)

Kepada petugas kepolisian, Pengawas SPBU Taman Griya yang bernama Nengah NU (34), menyampaikan BBM tersebut merupakan jenis non-subsidi sehingga tidak terdapat pembatasan jumlah pembelian maupun kewajiban menunjukkan dokumen rekomendasi dari instansi tertentu. Pembelian tersebut, menurut pengakuan pembeli, akan digunakan untuk kebutuhan operasional kegiatan watersport di kawasan Tanjung Benoa.

Pada saat kejadian, jalur pengisian Pertamax telah dibuka pada dua dispenser (dua flow). Namun, karena stok Pertalite saat itu sedang habis, banyak pengendara beralih ke jalur Pertamax sehingga mengakibatkan antrean kendaraan menjadi panjang. Kondisi tersebut kemudian direkam oleh masyarakat yang sedang mengantre dan tersebar luas di media sosial.

3. Penyelidikan kepolisian akan tetap berlanjut

SPBU 54.803.07 Taman Griya, di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kelurahan Jimbaran, (Dok.Polresta Denpasar)

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan kepolisian telah melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk memastikan apakah terdapat unsur pelanggaran dalam pembelian BBM tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa BBM yang dibeli merupakan Pertamax atau BBM non-subsidi," ujarnya.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai.

Editorial Team

Related Article