Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perbekel Muda Pimpin Desa Nyanglan, Siapkan Revitalisasi BUMDes
Ketut Baskara, Perbekel muda yang terpilih di Desa Nyanglan. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • I Ketut Baskara, 36 tahun, memenangkan Pilkel Serentak Desa Nyanglan dengan 645 suara, mengalahkan I Wayan Nurata yang memperoleh 197 suara.

  • Baskara memprioritaskan pengaktifan kembali BUMDes melalui unit usaha produktif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa di tengah berkurangnya dana transfer pusat.

  • Ia juga mendorong Desa Nyanglan tidak bergantung pada dana pusat serta memperkuat transparansi kebijakan dan penggunaan anggaran kepada masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
30 Oktober 2026

I Ketut Baskara memenangi Pilkel Serentak Desa Nyanglan dengan 645 suara, mengungguli I Wayan Nurata yang memperoleh 197 suara.

saat ini

BUMDes Desa Nyanglan tidak aktif. Baskara berencana mengaktifkannya kembali melalui beberapa unit usaha untuk meningkatkan pendapatan desa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    I Ketut Baskara memenangkan Pilkel Serentak Desa Nyanglan dan menyiapkan revitalisasi BUMDes, peningkatan pendapatan desa, serta tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka.
  • Who?
    I Ketut Baskara, 36 tahun, meraih 645 suara; I Wayan Nurata memperoleh 197 suara. Baskara sebelumnya merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa Nyanglan.
  • Where?
    Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali.
  • When?
    Pemilihan Perbekel Serentak berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026. Baskara akan memimpin Desa Nyanglan setelah kemenangan tersebut.
  • Why?
    Baskara ingin merealisasikan pembangunan desa, mengaktifkan BUMDes yang tidak berjalan, meningkatkan PADes, mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat, dan memperkuat keterbukaan anggaran.
  • How?
    Baskara berencana mengaktifkan kembali BUMDes melalui beberapa unit usaha produktif serta membuka informasi mengenai arah kebijakan dan penggunaan anggaran desa kepada masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
I Ketut Baskara menang jadi pemimpin Desa Nyanglan. Ia dapat 645 suara, lebih banyak dari I Wayan Nurata yang dapat 197 suara. Sekarang Baskara mau membuat BUMDes yang tidak berjalan jadi aktif lagi. Ia ingin desa punya uang sendiri dan tidak terlalu menunggu uang dari pusat. Ia juga mau pemerintah desa lebih terbuka soal uang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Terpilihnya I Ketut Baskara membuka ruang bagi Desa Nyanglan untuk menggabungkan pengalaman pemerintahan desa dengan agenda pembenahan yang terarah. Rencana mengaktifkan kembali BUMDes menunjukkan perhatian pada penguatan pendapatan desa, sementara komitmen terhadap keterbukaan anggaran dapat membantu masyarakat memahami arah pembangunan dan tata kelola desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klungkung, IDN Times- I Ketut Baskara (36) akan memimpin Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, setelah menang Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak, Jumat (30/10/2026).

Baskara meraih 645 suara, unggul dari pesaingnya, I Wayan Nurata yang memperoleh 197 suara.

Kemenangan tersebut menjadi langkah baru bagi pria kelahiran 28 Juni 1990 untuk terlibat lebih jauh dalam pembangunan desa.

Sebelum mengikuti Pilkel, Baskara berkecimpung dalam pemerintahan desa sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Namun, keterbatasan kewenangan dalam lembaga tersebut membuatnya ingin mengambil peran lebih besar, terutama untuk merealisasikan program pembangunan.

"Saya pertama kali terjun di pemerintahan desa melalui BPD. Tujuannya memang ingin ikut memajukan desa. Namun, karena kewenangan BPD terbatas, sementara eksekusi program ada di pemerintah desa, akhirnya saya memutuskan ikut pemilihan," jelasnya.

1. BUMDes tidak aktif jadi pekerjaan rumah pertama

Ketut Baskara, Perbekel muda yang terpilih di Desa Nyanglan. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Setelah terpilih, Baskara menyiapkan sejumlah agenda yang akan menjadi prioritas selama memimpin Desa Nyanglan. Salah satunya menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang selama ini tidak berjalan.

Ia menilai, BUMDes memiliki potensi untuk menjadi salah satu sumber pendapatan desa apabila dikelola melalui unit-unit usaha yang produktif. Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) penting di tengah keterbatasan kondisi keuangan desa.

"Fokus saya terlebih dahulu menggenjot pendapatan desa melalui BUMDes. Kebetulan saat ini BUMDes tidak aktif, sehingga akan saya aktifkan kembali dengan beberapa unit usaha," ujarnya.

2. Berharap desa tidak terlalu bergantung pada dana bantuan dari pusat

Ketut Baskara, Perbekel muda yang terpilih di Desa Nyanglan. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Baskara mengatakan, keterbatasan anggaran dapat berpengaruh terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan maupun pelayanan masyarakat. Ia ingin Desa Nyanglan memiliki sumber pendapatan sendiri agar tidak sepenuhnya bergantung pada alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

Baginya, perencanaan program harus dibarengi dengan kemampuan keuangan desa. Sebab, berbagai rencana pembangunan tidak akan mudah direalisasikan apabila tidak ditopang anggaran yang cukup.

"Karena ada pemotongan dana transfer daerah dari pusat yang cukup drastis, desa menjadi memiliki keterbatasan anggaran untuk menjalankan program. Tanpa anggaran, program sebagus apa pun akan sulit berjalan," ungkapnya.

3. Pembenahan dengan transparansi pemerintahan desa

Selain persoalan ekonomi dan pendapatan desa, Baskara juga menaruh perhatian pada tata kelola pemerintahan. Ia ingin penyelenggaraan pemerintahan Desa Nyanglan berjalan lebih terbuka. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui arah kebijakan pemerintah desa, termasuk bagaimana anggaran dikelola dan digunakan untuk mendukung program pembangunan.

Dengan demikian, keterbukaan informasi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

"Saya ingin pengelolaan pemerintahan desa berjalan lebih terbuka, sehingga masyarakat dapat mengetahui arah kebijakan maupun penggunaan anggaran desa," tutupnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article