Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Panduan Aktivitas Aman Usia di Atas 45 Tahun Menurut Dokter Ortopedi
Ilustrasi lansia bermain tenis (freepik.com/freepik)
  • Kasus degenerasi tulang dan sendi seperti osteoarthritis makin sering terjadi pada usia di atas 45 tahun akibat gaya hidup buruk dan riwayat cedera masa muda.
  • Dokter menyarankan aktivitas fisik menyesuaikan usia, dengan intensitas olahraga yang tidak berlebihan serta memilih permukaan datar untuk mengurangi risiko cedera.
  • Berenang direkomendasikan sebagai olahraga low impact terbaik bagi usia di atas 45 tahun karena tekanan terhadap lutut lebih minimal dibandingkan bersepeda atau lari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dokter ortopedi memberikan penjelasan mengenai meningkatnya kasus degenerasi tulang dan sendi pada usia di atas 45 tahun serta memberikan rekomendasi aktivitas fisik yang aman untuk kelompok usia tersebut.
  • Who?
    Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Panggul dan Lutut, Erwin Saspraditya, menyampaikan imbauan dan penjelasan terkait pencegahan cedera serta pilihan olahraga bagi masyarakat berusia di atas 45 tahun.
  • Where?
    Pemaparan dilakukan di Badung, Bali, dalam konteks edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya menyesuaikan aktivitas fisik dengan kondisi tubuh.
  • When?
    Keterangan disampaikan pada saat ini ketika kasus degenerasi tulang dan sendi dilaporkan semakin banyak terjadi pada kelompok usia di atas 45 tahun.
  • Why?
    Peningkatan kasus osteoarthritis dan cedera sendi disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat serta riwayat cedera sejak usia muda yang berdampak pada kondisi tulang di kemudian hari.
  • How?
    Anjuran diberikan agar aktivitas fisik dilakukan sesuai kemampuan tubuh, memilih olahraga low impact seperti berenang atau bersepeda di jalur datar, serta menghindari pijat kretek yang berisiko menimbulkan cedera.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Badung, IDN Times - Ancaman cedera tulang dan persendian tidak hanya membayangi orang-orang lanjut usia, tetapi juga usia muda. Menurut Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Panggul dan Lutut, Erwin Saspraditya, kasus-kasus degenerasi pada usia di atas 45 tahun sudah semakin banyak, misalnya kasus osteoarthritis.

Saat ini kasus degenerasi bisa terjadi lebih awal karena gaya hidup seseorang yang buruk. Sementara riwayat cedera pada usia muda juga akan berpengaruh terhadap kasus osteoarthritis.

1. Aktivitas dan olahraga harus menyesuaikan usia

Ilustrasi lansia bermain tenis (freepik.com/freepik)

Kondisi metabolisme tubuh seseorang di atas 45 tahun sudah mulai berubah atau menurun, Sehingga dalam beraktivitas disarankan agar tidak dipaksakan. Intensitas berolahraga juga tidak bisa dilakukan seperti saat usia muda.

Jika melakukan aktivitas lari, maka disarankan agar memilih permukaan datar (stabil) dan tidak menanjak. Begitu pula saat memilih melakukan aktivitas jalan kaki.

"Jadi kalau misalkan usia-usia seperti di atas 50, lari boleh tetapi mungkin intensitasnya tidak bisa terlalu tinggi," jelasnya.

2. Olahraga renang lebih direkomendasikan

ilustrasi berenang (pexels.com/Guduru Ajay bhargav)

Apa olahraga yang direkomendasikan untuk usia di atas 45 tahun? Berenang lebih direkomendasikan daripada bersepeda atau lari.

"Ya otomatis yang low impact yang lebih bagus. Low impact maksudnya apa? Tekanan terhadap lututnya minimal," jelasnya.

Jadi olahraga berenang jauh lebih baik dibandingkan sepeda. Tapi sepeda lebih bagus dibandingkan lari. Alasannya, karena tidak ada tekanan yang berlebihan saat bersepeda. Namun, disarankan menggunakan jalur yang datar.

3. Riwayat cedera usia muda berpengaruh terhadap kasus osteoarthritis

ilustrasi keseleo pergelangan tangan (unsplash.com/Payam Tahery)

Erwin berpendapat, usia muda jarang mengalami osteoarthritis. Namun, cedera tulang pada usia muda dipicu oleh aktivitas olahraga, misalnya Padel. Riwayat cedera di usia muda juga akan berpengaruh terhadap kasus osteoarthritis seseorang.

"Padel ini cederanya cukup tinggi. Karena apa? Kenapa gerakannya kan muter. Dia menggabungkan tiga olahraga. Tenis, badminton, squash," jelasnya.

Pijat kretek juga berisiko menimbulkan cedera. Kretek membuat cedera tulang rawan semakin tinggi. Anggota tubuh dengan pergeseran sendi paling banyak dan menopang tubuh paling berat berisiko cedera di bagian lutut, panggul, tulang belakang, pergelangan kaki, bahu, dan lainnya.

"Karena apa? Dipaksakan untuk bergesekan dia. Ligamen-ligamennya dipaksakan untuk stretching. Nah, risiko cedera jauh lebih tinggi," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article