Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nusa Penida Disiapkan Jadi Kawasan Rendah Emisi
Bupati Klungkung, I Made Satria. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • Pemkab Klungkung menyiapkan Nusa Penida sebagai kawasan rendah emisi dengan mendorong ASN menjadi pelopor penggunaan kendaraan listrik sebelum diperluas ke masyarakat.

  • Pemerintah menilai kendaraan listrik harus didukung ekosistem mobilitas dan sumber listrik bersih, serta mencakup pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi ramah lingkungan.

  • Klungkung bersama Denpasar, Badung, dan Gianyar ditetapkan sebagai proyek percontohan Bali Rendah Emisi untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung pariwisata berkelanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (20/10/2026)

Bupati Klungkung I Made Satria menyatakan ASN akan disosialisasikan dan didorong menggunakan kendaraan listrik sebagai pelopor kawasan rendah emisi di Nusa Penida.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemkab Klungkung menyiapkan Nusa Penida sebagai kawasan rendah emisi, dengan tahap awal mendorong ASN beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
  • Who?
    Bupati Klungkung I Made Satria, ASN Pemkab Klungkung, investor, dan penyedia sarana terlibat dalam persiapan kendaraan listrik bagi ASN.
  • Where?
    Persiapan kawasan rendah emisi dilakukan di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
  • When?
    I Made Satria menyampaikan rencana tersebut pada Rabu, 20 Oktober 2026. Pelaksanaannya akan dilakukan bertahap.
  • Why?
    Program ini ditujukan membangun mobilitas ramah lingkungan, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung pariwisata Bali yang berkelanjutan.
  • How?
    Pemkab akan menyosialisasikan kendaraan listrik kepada ASN, menempatkan ASN sebagai pelopor, berkolaborasi untuk pengadaan sarana, serta mendorong penyediaan energi lebih bersih dan pengelolaan sampah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Klungkung mau membuat Nusa Penida jadi tempat dengan udara lebih bersih. Pak Bupati I Made Satria mengajak ASN memakai kendaraan listrik, bukan kendaraan bensin. ASN akan jadi contoh dulu. Tapi listriknya juga harus dari energi bersih, bukan batu bara. Klungkung, Denpasar, Badung, dan Gianyar sedang jadi contoh program ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Persiapan Nusa Penida sebagai kawasan rendah emisi menunjukkan pendekatan bertahap yang melibatkan ASN sebagai pelopor, didukung kolaborasi dengan investor dan penyedia sarana. Perhatian pemerintah pada sumber listrik, pengelolaan sampah, serta energi ramah lingkungan juga mencerminkan upaya membangun ekosistem yang lebih menyeluruh bagi mobilitas dan pariwisata berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klungkung, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai menyiapkan langkah menuju kawasan rendah emisi di Nusa Penida. Salah satu tahap awal yang didorong yakni mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.

Bupati Klungkung I Made Satria, Rabu (20/10/2026) menyebut ASN akan menjadi kelompok yang lebih dulu diberikan pemahaman sekaligus didorong untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan.

Langkah tersebut diharapkan bisa menjadi contoh sebelum konsep serupa diperluas ke masyarakat.

“Kami akan melakukan sosialisasi dan menjadi pionir untuk memberikan contoh. Kami harapkan ASN bisa memakai kendaraan listrik. Saya sendiri sudah memakai kendaraan listrik,” ujar Satria.

1. ASN diarahkan sebagai pelopor kendaraan listrik

Pantai Crystal Bay, Nusa Penida (dok. pribadi/Natalia Indah)

Satria mengatakan konsep Bali Rendah Emisi tidak sebatas mengganti kendaraan berbahan bakar minyak dengan kendaraan listrik. Pemerintah perlu membangun ekosistem yang mendukung mobilitas rendah emisi, terutama di kawasan yang memiliki aktivitas pariwisata tinggi seperti Nusa Penida.

Nusa Penida dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan dengan mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Apalagi, aktivitas transportasi menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang pariwisata di kawasan tersebut.

Karena itu, Pemkab Klungkung mulai melihat peralihan kendaraan listrik sebagai salah satu langkah yang bisa diterapkan secara bertahap.

Tahap awalnya menyasar ASN. Pemerintah daerah ingin jajaran internal menjadi contoh terlebih dahulu sebelum penggunaan kendaraan listrik didorong lebih luas.

Pemkab Klungkung juga telah berkolaborasi dengan investor dan penyedia sarana untuk mendukung pengadaan kendaraan listrik bagi ASN.

2. Jangan hanya ganti kendaraan, sumber listrik juga harus ramah lingkungan

ilustrasi panel surya (freepik.com/freepik)

Menurut Satria, penggunaan kendaraan listrik belum otomatis membuat suatu kawasan menjadi rendah emisi. Persoalan lain yang harus disiapkan adalah sumber energi untuk mengisi daya kendaraan tersebut.

Ia mengingatkan, manfaat kendaraan listrik dalam menekan emisi akan kurang maksimal apabila listrik yang digunakan masih bergantung pada energi fosil.

“Kalau energi listriknya masih menggunakan batu bara, sama saja. Di satu sisi kita menghendaki energi rendah emisi, tetapi listriknya justru bersumber dari fosil,” tegasnya.

Karena itu, pengembangan kendaraan listrik perlu berjalan beriringan dengan penyediaan energi yang lebih bersih.

Pemkab Klungkung ingin konsep rendah emisi dibangun sebagai sebuah ekosistem, bukan hanya program penggantian kendaraan.

Selain transportasi, Bali Rendah Emisi juga mencakup pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi ramah lingkungan.

3. Empat daerah jadi pilot project Bali rendah emisi

ilustrasi ramah lingkungan (unsplash.com/@michael_marais)

Klungkung menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota di Bali yang ditetapkan sebagai proyek percontohan Bali Rendah Emisi. Tiga daerah lainnya yakni Denpasar, Badung, dan Gianyar.

Satria mengatakan program tersebut pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung pariwisata Bali agar lebih berkelanjutan.

“Denpasar, Badung, Gianyar, dan Klungkung menjadi pilot project energi rendah emisi. Sasarannya adalah bagaimana meningkatkan kualitas pariwisata Bali agar bisa naik kelas,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article