Denpasar, IDN Times - Massa aksi menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali menggelar orasi di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Berbagai spanduk dan poster terbentang di sepanjang tembok lapangan. Spanduk itu bertuliskan berbagai seruan terkait kesejahteraan pekerja hingga protes atas kebakaran hutan di Kalimantan.
Ada lima orang perwakilan massa aksi masuk ke Kantor Gubernur Bali yang berada tepat di seberang Lapangan Niti Mandala Renon. Satu di antara massa aksi itu adalah Koordinator Aksi Rakyat Bersatu, Tuntut Upah Naik dan Layak, Excel Bagaskhara.
Excel dan perwakilan massa aksi melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster. Mengenakan baju endek berwarna biru gelap, Koster awalnya enggan menemui massa aksi di luar Kantor Gubernur Bali.
Namun, setelah diyakinkan perwakilan massa aksi, Koster bersedia menemui massa aksi. Ia keluar dari Kantor Gubernur Bali sekitar pukul 17.34 WITA.
Massa aksi menyorakinya, ada yang berseloroh baru kali ini Koster mau bertemu massa aksi. Excel meminta massa aksi tenang, sambil menegaskan bahwa mereka datang untuk menuntut kenaikan UMP Bali yang saat ini hanya sebesar Rp3,2 juta.
“Kita menuntut bukan mengemis artinya apa, apa yang disampaikan Pak Koster hari ini kita akan kawal. Kalau perlu nanti saat penentuan upah kita datang ke Kantor Gubernur dengan massa yang lebih besar lagi,” ujar Excel di hadapan Koster dan massa aksi.
