Kadek Yogi Suardana (menggendong tas) saat jalan kaki dari Undiksha Singaraja ke rumahnya di Desa Sebudi, Karangasem untuk rayakan kelulusan. (Dok.IDN Times/Kadek Yogi Suardana)
Ketika rasa lelah mulai datang, Yogi mengaku selalu mengingat perjuangan kedua orang tuanya.
Ayahnya, I Wayan Putu Astawa, merupakan pensiunan guru. Sementara sang ibu, Ni Komang Merta Asih, adalah ibu rumah tangga yang selama ini memberikan dukungan dan doa selama dirinya menempuh pendidikan.
"Kalau mulai lelah saya ingat keluarga, terutama orang tua yang sudah berjuang membantu saya kuliah. Itu yang membuat saya terus melangkah," katanya.
Setelah hampir 23 jam perjalanan dan beberapa kali beristirahat, Yogi akhirnya tiba di rumah. Kedatangannya disambut keluarga, kerabat, dan warga sekitar yang telah menunggu.
Bagi Yogi, perjalanan tersebut menjadi pengingat setiap tujuan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Ia berharap kisahnya bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa dan pelajar agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan dalam proses pendidikan.
Ke depan, Yogi bercita-cita melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa dan menjadi tenaga pendidik. Baginya, ilmu pengetahuan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.