Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Isu Anggota Pansus TRAP Bali Keluar, Ketua DPRD: Belum Ada Usulan
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Dewa Made Mahayadnya. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, menegaskan belum ada usulan resmi terkait isu keluarnya beberapa anggota Fraksi Golkar dari Pansus TRAP dan menyebut isu itu baru ramai di media sosial.

  • Mahayadnya menilai perbedaan pandangan antarfraksi soal tata tertib DPRD adalah hal wajar dalam demokrasi, serta memastikan dinamika ini tidak mengganggu kinerja lembaga secara keseluruhan.

  • Pimpinan DPRD akan menggelar rapat bersama fraksi dan Pansus TRAP untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, sementara pembahasan sembilan rekomendasi Pansus masih terus berlanjut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Muncul isu dua anggota Fraksi Golkar keluar dari Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, namun belum ada usulan resmi perubahan keanggotaan.
  • Who?
    Dewa Made Mahayadnya selaku Ketua DPRD Bali memberikan penjelasan terkait isu tersebut dan menegaskan kinerja lembaga tetap berjalan normal.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Gedung DPRD Provinsi Bali, Denpasar.
  • When?
    Keterangan diberikan pada Senin, 20 Juli 2026.
  • Why?
    Isu mencuat akibat perbedaan pandangan antarfraksi mengenai tata tertib DPRD serta dinamika politik internal yang berkembang di media sosial.
  • How?
    Pimpinan DPRD berencana menggelar rapat bersama pimpinan fraksi dan Pansus TRAP untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah tanpa mengganggu tugas pokok lembaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Dewa Made Mahayadnya, angkat bicara terkait dinamika yang mencuat di Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali. Yakni isu keluarnya beberapa anggota Fraksi Golongan Karya (Golkar) dari Pansus TRAP. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada usulan resmi apa pun terkait perubahan keanggotaan pansus tersebut.

“Yang paling penting untuk teman-teman ketahui, usulan belum ada. Usulan belum ada,” tegas Mahayadnya di Gedung DPRD Bali, pada Senin (20/7/2026).

Ia menyebut isu berkembang selama ini baru sebatas ramai di media sosial. Pihaknya masih menunggu jika memang ada usulan resmi yang masuk ke meja pimpinan DPRD.

1. Perbedaan pandangan hal wajar

Jajaran Pansus TRAP DPRD Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Mahayadnya menilai perbedaan penafsiran terhadap tata tertib (Tatib) DPRD antara fraksi-fraksi merupakan bagian dari proses demokrasi sehat.

“Berbeda penafsiran terhadap tatib yang kita miliki itu wajar-wajar saja, dan justru menunjukkan bahwa semua anggota dewan mulai sangat peduli,” kata dia.

Secara kelembagaan, Pimpinan DPRD Bali menghormati sikap politik masing-masing dari fraksi. Menurutnya, dinamika semacam ini bukan hal baru dan biasa muncul dalam rapat-rapat internal. Hanya saja kali ini lebih menonjol ke publik.

"Kali ini memang mencuat ke depan, tapi yang ikut di rapat-rapat intern biasanya kita juga ada situasi yang sama,” imbuhnya.

2. Akan gelar rapat bersama pimpinan fraksi dan pansus

Ilustrasi anggota DPRD Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Sebagai upaya penyelesaian, Mahayadnya mengatakan unsur pimpinan DPRD yang terdiri dari Mahayadnya bersama tiga pimpinan lain, telah berkomunikasi dengan para ketua fraksi. Rencananya akan menggelar rapat bersama antara pimpinan fraksi dan pimpinan Pansus TRAP.

Ia memastikan seluruh persoalan yang muncul akan diselesaikan lewat mekanisme musyawarah dan mufakat. Mahayadnya mengatakan hal ini tidak akan memengaruhi kinerja lembaga DPRD Bali secara keseluruhan.

“Apakah kemudian hal-hal seperti ini memengaruhi kinerja kami? Tidak. Tugas pokok dan fungsi DPRD Bali tetap dilaksanakan dan itu yang utama,” tegasnya.

3. Tugas Pansus TRAP masih berlanjut

Foto bersama Pansus TRAP DPRD Bali dengan perwakilan Kejati Bali, penyerahan poin rekomendasi. (IDN Times/Yuko Utami)

Terkait progres kerja Pansus TRAP, Mahayadnya menjelaskan bahwa dari sejumlah rekomendasi yang menjadi bahasan, baru dua rekomendasi sudah disampaikan. Sementara tujuh rekomendasi lainnya masih dalam proses pembahasan.

Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan Pansus TRAP mendapat perhatian besar dari masyarakat. Kata dia, ini terlihat dari laporan yang hampir setiap hari diterima DPRD Bali terkait persoalan tata ruang, aset, dan perizinan.

“Karena setiap hari, hampir setiap hari, laporan masyarakat terus datang karena mendengarkan bahwa Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan ini, memberikan ruang untuk mereka bisa memperhatikan lingkungannya sendiri,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article