Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Imigrasi Bali Dapat Suntikan Kendaraan Patroli WNA
Kendaraan untuk patroli WNA di Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Denpasar, IDN Times - Direktorat Jenderal Kemenkumham RI melakukan Apel Operasi Jagratara 2024 di Pelabuhan Benoa yang melibatkan 125 personel Imigrasi, Rabu (2/10/2014) pagi. Mereka terdiri dari penyidik PNS imigrasi, petugas patroli, hingga petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, mengatakan kegiatan ini lahir seiring meningkatnya jumlah orang asing di Indonesia, terutama di sektor pariwisata dan investasi, sereta serentak dilakukan di Kantor Imigrasi di Indonesia.

"Operasi Jagratara kali ini merupakan pengawasan intensif, diperlukan untuk menjamin bahwa setiap pendatang mematuhi aturan imigrasi yang berlaku di Indonesia. Kita ingin pelintas yang berkualitas,” terangnya.

1.Kantor imigrasi di Bali mendapat support kendaraan untuk patroli

Kendaraan untuk patroli WNA di Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Menurut Silmy, kantor imigrasi di seluruh Indonesia akan melakukan pengawasan dengan memperhatikan kondisi stabilitas keamanan dan mitigasi risiko. Petugas yang menemukan dugaan pelanggaran dapat langsung melakukan penindakan kepada orang asing, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk mendukung pengawasan keimigrasian di wilayah Bali tersebut, secara simbolis telah diserahkan 20 unit mobil patroli terbuka, dan 20 unit sepeda motor.

"Alokasi mobil patroli imigrasi menyesuaikan konsentrasi Warga Negara Asing (WNA) di setiap wilayah. Dengan penambahan sarana prasarana tersebut respon imigrasi dalam menindak akan lebih cepat, dan jangkauan operasi yang bisa dicapai petugas lebih luas dan merata," terangnya.

2.WNA di Bali banyak ditemukan melakukan pelanggaran izin tinggal

Apel Operasi Jagratara 2024 di Pelabuhan Benoa (IDN Times/Ayu Afria)

Menurut Silmy, di Bali ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh WNA. Ia menyebutkan, beberapa WNA yang melakukan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah mengganggu persaingan perekonomian masyarakat Bali di antaranya jasa paket liburan, usaha travel, kerajinan tradisional, salon, dan penyewaan sepeda motor. Penyalahgunaan ini dikhawatirkan akan menggeser perekonomian masyarakat dan penguasaan UMKM oleh WNA.

“Operasi ini diharapkan dapat menjadi alat untuk menyaring antara warga negara asing yang membawa manfaat dan warga negara asing yang tidak membawa manfaat atau bahkan merugikan bagi negara Indonesia,” terangnya.

3.Pemerintah pastikan WNA ke Indonesia bermanfaat

AirAsia membuka rute Bali-Hong Kong (IDN Times/Ayu Afria)

Dari hasil penyelidikan, banyaknya pengajuan visa investor dari WNA yang datang ke Indonesia ini karena adanya anggapan dari mereka, bahwa tidak perlu membayar lagi ITAS tahunan, dan mereka telah mengantongi Visa Investor. Kebanyakan nilai investasi mereka sebesar Rp1 miliar sebagai modal untuk disetor. Artinya, nilai penempatan modalnya bisa lebih rendah daripada modal yang disetor tersebut atau sama dengan UMKM.

Saat ini pihaknya tengah memastikan WNA yang masuk ke Indonesia memiliki kualitas yang baik. Berdasarkan data pelaksanaan Operasi Pengawasan Keimigrasian Jagratara 2024 secara nasional didapati 2.283 WNA terawasi di 884 lokasi. Sebanyak 155 WNA  di antaranya diberikan tindakan keimigrasian.

“Kami ingin memastikan bahwa Indonesia merupakan destinasi yang nyaman bagi wisatawan maupun investor mancanegara yang taat terhadap aturan," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article