Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Baik Menurut Hindu Bali 15 Agustus 2026, Saatnya Melukat
Melukat di kolam suci Tirtha Empul. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Sabtu, 15 Agustus 2026, dinilai cocok untuk melukat atau penyucian diri di sumber mata air, memberi petuah, serta membuat jimat berdasarkan kalender Hindu Bali.
  • Hari ini baik untuk membuat bendungan, menangkap ikan, berburu, memasang jerat, mengadakan pertemuan, gotong royong, kerja bakti, kampanye, dan membentuk perkumpulan.
  • Sejumlah aktivitas dihindari, termasuk bercocok tanam, membuat sumur, mulai memelihara ternak, dewasa ayu, mengubur atau membakar mayat, serta upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menghabiskan akhir pekan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, cocok untuk melukat atau menyucikan diri di sumber mata air. Pada hari dina mandi, merupakan hari baik untuk upacara penyucian diri, memberikan petuah dan membuat jimat. 

Namun Aaa saat babi munggah yang tidak baik untuk bercocok tanam. Bagaimana ramalan hari baik Hindu Bali dari Kalender Bali Digital untuk hari ini? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik membuat bendungan

(Ilustrasi bendungan) IDN Times/Dhana Kencana

Banyu urug adalah hari baik untuk membuat bendungan, tapi tidak baik untuk membuat sumur. Kala bangkung, kala nanggung merupakan hari yang tidak baik untuk mulai memelihara ternak. 

Kala katemu merupakan hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, serta mengadakan pertemuan. Naga naut adalah hari yang tidak baik untuk dewasa ayu.

2. Baik untuk gotong royong

Ilustrasi gotong royong membersihkan area pura. (IDN Times/Yuko Utami)

Semut sedulur merupakan hari baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, dan membentuk perkumpulan. Namun, tidak baik mengubur atau membakar mayat.

Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Patining Amerta, Pratiti: Tresna.

Curated For You

Editorial Team

Related Article